♥●• KISAH NIQOB DIBAWAH LANGIT HONG KONG •●♥

Published 22 Oktober 2011 by syifasalsabila

بِسْــــــ…ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

… Niqob atau yang sering disebut cadar memberikan kesan dan penilaian berbeda-beda bagi individu. Ada yang mengatakan niqob sebagai kehormatan karena berfungsi menjaga aurat dan menjaga hati serta martabat wanita, sehingga aurat wanita bercadar hanya boleh dilihat oleh orang yang berhak saja. Ada juga yang mengatakan niqob itu menandakan ‘ghuluw’ bagi wanita, dan ada juga yang berpikir bahwa niqob adalah pakaian teroris.

Pendapat pertama menurut saya paling ideal. Syaikh Shalih Utsaimin ditanya tentang sifat Hijab Syar`i, maka ia menjawab: Pendapat yang paling rajih (benar) ialah bahwa hendaklah wanita menghijabi seluruh bagian yang dapat menimbulkan fitnah terhadap kaum lelaki, diantara sumber paling besar fitnah dalam diri wanita adalah Wajah, maka wajib baginya untuk menutup wajahnya dari seluruh ajnabi (lelaki asing, bukan mahram), adapun terhadap orang-orang yang masih ada hubungan mahram maka tidak mengapa ia menampakkan wajahnya. ‘Adapun orang-orang yang mengatakan bahwa Hijab Syar`i adalah dengan menutupi rambutnya dan membiarkan wajahnya terbuka…maka ini merupakan pendapat yang sangat aneh!! Manakah penyebab fitnah yang paling besar, rambut ataukah wajah?! Dan manakah bagi orang yang menghendaki wanita, apakah mereka menanyakan wajah wanita ataukah rambutnya? ‘Dua pertanyaan diatas tidak mungkin dijawab kecuali dengan : “Sesungguhnya sumber fitnah paling besar adalah terdapat pada wajah” Dan hal ini tidak diragukan lagi. Lelaki akan tertarik kepada wanita jika wajahnya cantik walaupun rambutnya dibawah kecantikan wajahnya. Dan, sebaliknya lelaki tidak akan tertarik kepada wanita yang berwajah buruk sekalipun rambutnya indah menawan. Maka pada hakikatnya hijab syar`i adalah yang menghijabi wanita sehingga tidak menimbulkan fitnah atau dengannya ia terfitnah, dan tidak diragukan lagi bahwa wajah lah sumber utama fitnah itu

Untuk pendapat kedua saya akan menjawabnya dengan beberapa poin, antara lain:
1. Bisa jadi yang mengatakan belum mengetahui tentang hukum cadar
2. Terbawa pemikiran media yang anti islam
3. Mengetahui hukum cadar namun enggan membenarkan pendapat tentang keutamaan bercadar

Tentang pengalaman saya memakai cadar dinegara Hong Kong atau yang dijuluki dengan negara Beton, saat saya berjalan ditempat umum, berkali-kali anak kecil mengatakan takut pada Ibunya saat melihat pakaian saya, apalagi dimusim panas, mereka biasa melontarkan kalimat, “kukse yan a” atau bisa mati kepanasan. Itu tidak membuat saya heran karena memang mereka bukan muslim, tetapi yang saya herankan, banyak muslim Indonesia yang masih memandang cadar sebagai sesuatu yang aneh. Bahkan sempat ada yang mengatakan saya eks pekerja negara Arab dan ninja Hatori saat mereka melihat niqob. Jika kita mau berkaca pada wanita mulia dizaman Rasulullah, sebenarnya cadar itu telah biasa bagi mereka untuk dijadikan pakaian taqwa, padahal mereka wanita-wanita awal dalam Islam, yang keteguhan imannya tidak proporsional dibandingkan wanita zaman sekarang, lalu siapalah kita ini berani memamerkan aurat dan wajah-wajah kita pada non mahram?

Pendapat ketiga ini adalah ulah musuh islam yang hendak mengacaukan muslimah, agar para muslimah berpaling dari Dien yang lurus ini, mereka menginginkan muslimah yang hendak menutup aurat secara sempurna tersebut malu dengan pakaian yang Allah perintahkan. Teroris adalah julukan yang diberikan musuh islam, mereka yang hendak memadamkan iman umat islam memakai segala cara, termasuk muslimahpun menjadi incaran.

Cadar adalah pakaian sempurna yang sudah sepatutnya dipakai oleh muslimah. Bagi saya pribadi yang telah hidup dinegara sekuler, cadar tidak menjadi beban, justru semakin mantap mengenakannya walau harus menanggung segala cemohan dan hujatan, cadar membuat muslimah semakin anggun, terjaga dan terlindungi.

One comment on “♥●• KISAH NIQOB DIBAWAH LANGIT HONG KONG •●♥

  • ana ingin sekali bercadar tp kluarga menentang kemauan ana, sampai2 krn keinginan ana itu, ana ga boleh lg pergi mengaji ke rumah guru,,,,,

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: