AKTIFITAS DAKWAH MUSLIMAH

Published 2 Januari 2009 by syifasalsabila

AKTIFITAS DAKWAH MUSLIMAH

 

Allah Swt berfirman:

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,

sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain.

Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat…” (QS.9:71)

Islam merupakan agama yang memiliki pandangan yang adil terhadap wanita, dan islam telah memberikan kepadanya tanggung jawab yang sama dengan laki-laki sesuai dengan fitrahnya, dan jauh dari percampuran dengan lawan jenis serta terhindar dari pandangan mereka. Medan aktifitas dakwah ditengah kaum sejenisnya sangat terbuka luas.

Dakwah bukanlah tanggung jawab laki-laki saja, tetapi menjadi tanggung jawab wanita juga.Sejak permulaan islam, seorang muslimah telah memikul tanggung jawab dakwah ini. Wanita pertama yang telah dibuka hatinya oleh Allah untuk memeluk islam dan menjadi pendukug pertama dakwah rasulullah saw, yaitu; khadijah binti khuwailid dapat dijadikan teladan bagi para muslimah. Begitu juga apa yang dilakukan oleh syuraik al-quraisyiah, setelah ia masuk islam, ia pergi menemui para wanita quraisy dan mengajak mereka untuk memeluk agama ini. Sampai akhirnya penduduk mekah mengetahui aktifitasnya, lalu mereka berkata kepadanya:”seandainya bukan karena kaummu maka kami pasti akan melakukan sesuatu yang buruk kepadamu, tetapi kami akan mengembalikannu kepada mereka”. Lalu mereka menaikankannya keaatas onta tanpa ada sesuatu yang dijadikannya sebagai tempat duduk diatasnya. Dan membiarkannya selama tiga hari tanpa memberinya makan dan minum.

Wanita muslimah pada generasi terdahulu tetap menjalankan tugas yang dipikulkan kepadaya seperti yang diamanatkan dalam islam, ia ajarkan sesama saudarinya hukum-hukum yang berhubungan dengan segala persolan khusus mereka, seperti taharoh, ‘iddah, dan yang lainnya, yang terkadang mereka peroleh ilmu tersebut dari para sahabat wanita.

Kedudukan wanita dalam islam tidaklah lebih rendah dari laki-laki dalam hal memikul tanggung jawab, karena pada dasarnya semua aturan agama berlaku untuk untuk laki-laki dan wanita, meskipun terdapat beberapa hukum yang khusus bagi wanita, seperti kepemimpinan, hijab, nafakah, ‘iddah dan Seorang muslimah tidak layak hanya bersikap sebagai penonton, agar bencana besar tidak menimpanya seperti menjanda atau kehilangan anaknya atau kehormatannya hancur -na’uzu billah-Umat ini membutukan orang yang berakal yang selalu berfikir serta orang yang mempunyai niat baik seperti halnya umat ini membutuhkan kerja yang produktif.

Seluruh agama dan aliran pemikiran dapat tersebar karena dakwah, dan wanita ikut andil bersama laki-laki pada lapangan yang sesuai dengan fitrahnya serta mereka sangat aktif menyebarkan pemikiran mereka.

Kaum misionaris selalu bekerja merusak dan menghancurkan generasi muda, menyebarkan kesalah pahaman tentang islam, dan bekerja dengan perencanaan yang matang sesuai dengan tugas masing-masing.

Jika para wanita misionaris siap menanggung derita kesulitan hidup, bahkan ada diantara mereka yang hidup ditengah padang tandus yang kering dengan hanya perbekalan hidup yang sangat sederhana, bergaul dengan penduduk setempat dan menarik simpati mereka melalui media pindidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial lainnya, maka bukankah seorang muslimah lebih utama mengemban kewajibanya dan meninggalkan sikap lalai dan masa bodoh agar ia tidak menjadi bagian dari mereka tanpa disadari?. Dan bukankah menjadi kewajibannya menutupi segala kekurangan yang ada pada masyarakatnya dengan sesuatu yang mulia serta baik yang dibenarkan dalam agama?, ia menjadi muslimah yang terus maju pantang menyerah dalam memperbaiki keadaan.

Seorang muslimah akan bekerja sesuai dengan bidang dan keahliannya, ia berdakwah dengan ucapan yang baik dan teladan yang mulia, ia tidak akan membiarkan waktu dan umurnya hilang sia-sia tanpa sesuatu yang berguna. Ia juga tidak akan membiarkan hatinya terluka dan sedih melihat kondisi umatnya tanpa memberikan sesuatu yang baik dan bermanfaat kepada mereka, dan ia akan terus bedakwah dengan aktif tanpa mempedulikan berbagai hambatan dan rintangan yang ia hadapi yang penuh dengan derita dan kesulitan, karena ia jalankan kewajibannya demi mengharap ridho Allah:

“Orang yang memiliki cita-cita luhur dan agungAkan memandang indah semua yang ia hadapi”

Saudariku, janganlah memandang remah sekecil apapun usaha yang kamu lakukan, karena sesuatu yang besar tidaklah berarti tanpa sesuatu yang kecil. Seperti halnya satu buah batu kerikil tidak akan dapat membendung derasnya banjir, namun banjir tersebut akan terbendung oleh setumpuk batu yang banyak.

Kita tidak boleh menyia-nyiakan setiap kesempatan dimanapun kita berada, dirumah, disekolah, bahkan dikendaraan.

3. Berperan aktif dalam bidang informasi dan pengarahan yang sesuai dengan nilai agama melalui penyampaian ceramah kepada para muslimah, penulisan buku-buku, bulletin, ensiklopedia tentang wawasan islam

dan perekaman kaset-kaset bermutu, dan yang tidak boleh dilupakan adalah pemanfaatan hasil kemajuan modern seperti internet dll.

4. Pelayanan sosial melalui pemberian sumbangan kepada masyarakat kurang mampu, membantu pembangunan sarana sosial seperti masjid, sekolah dll, dan membantu memberikan kemudahan dalam masalah perkawinan, serta masih banyak lagi pelayanan sosial yang dapat dilakukan oleh seorang muslimah.

5. Aktifitas lain yang tidak boleh diabaikan seorang muslimah adalah; mempersiapkan generasi akan datang yang siap mengemban tugas dakwah, mengumpulkan informasi tentang dunia islam, membuka lapangan kerja dengan mendirikan tempat-tempat kerja khusus mereka, atau rumah sakit bagi wanita, dll.

6. Berlomba bersama para muslimah lain dalam menyampaikan agama yang telah diwariskan oleh rasulullah saw.

Apabila upaya keras telah dilakukan dengan niat yang ikhlas, dan memanfaatkan segala sarana yang dibenarkan dalam islam serta tidak menggantungan hanya kepada mimpi dan khayalan maka janji Allah yang akan memberikan kemenangan dan kekuasan kapada islam akan terwujud, dan itulah puncak kebahagian, Allah berfirman:

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (QS. 103:1-2)

Saudariku, generasi muda menantikan peranmu yang sangat sangat mereka harapkan, jika semua medan ini tidak dapat kamu lakukan maka tidak selayaknya semuanya diabaikan.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh seorang muslimah adalah etika dan adab keluar rumah yaitu; meminta izin, berhijab(memakai pakaian yang menutup aurat), tidak berbaur bersama laki-laki, dan tidak memperindah suara dan ucapannya.Dan seorang muslimah yang bertakwa tidak akan mengabaikan tanggung jawab mendidik anak, dan hak-hak keluarga yang lain karena alasan dakwah, karena tanggung jawab tersebut adalah fardu ‘ain(kewajiban setiap individu) dan dakwah adalah fardu ‘ain, sedangkan fardu ‘ain harus diutamakan dari fardu kifayah.

Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah agar islam tetap tingggi dan jaya, dakwah diberikan kemenangan, dan kita menjadi para khadim(pelayan)agamanya, serta semua amal yang kita lakukan diterima di sisiNya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: