Usaha Penegakkan Khalifah

Published 29 Maret 2008 by syifasalsabila
بــســـم الله الرحمـن الرحـيـم
Usaha Penegakkan Khalifah
Oleh : Abu Wihdan Hidayatullah


Setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, empat khalifah  utama yaitu Abu Bakar, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan  dan Ali bin Abi Thalib r.a., melanjut-kan sistem kepemimpinan dan perwujudan masyarakat wahyu yang telah di awali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selama 23 Tahun. Karena sebagai pelanjut, tentu tidak sama konsekwensinya dengan yang mengawali, yakni Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Lagi pula keempat khalifah tersebut tidak maksum sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Masa khilafah merupakan “Golden Age” (Abad Keemasan), saat itulah syari’at atau hukum-hukum islam sepenuhnya berkembang  dan diimplementasikan (diwujudkan) secara sempurna. Mereka adalah para khalifah ideal yang membimbing umat diatas jalan yang benar dan telah menunaikan amanah mereka dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Karena alasan inilah mereka dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin yakni para khalifah penunjuk jalan kebenaran. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ
Artinya : “Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin al Mahdiyin” (Musnad Ahmad juz 4 hal 126 –127)

Pembenahan dan pembangunan umat di masa khulafaur rasyidin berlangsung selama 30 tahun. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :
الْخِلاَ فَةُ فِي أُمَّتِي ثَلَاثُونَ سَنَةً ثُمَّ مُلْكٌ بَعْدَ ذَلِكَ
Artinya : “Kekhilafahan pada umatku tiga puluh tahun kemudian kerajaan setelah itu.” (HR. At Tirmidzi juz 4 hal 503 no. 2226, Kitabul Fitan, Abu Daud Kitabussunah juz 4 hal 221 no. 4646-4647)

Kejayaan dan kebahagiaan muslimin di masa awal adalah potret paling ideal sepanjang sejarah. Islam benar-benar telah menjadi cahaya dan rahmat bagi alam semesta. Karena itulah kita yakin hanya dengan berpola kepada mereka Insya Allah kejayaan dan kebahagiaan bisa kembali kita nikmati. Imam Malik r.a. berkata :
لاَ يَصْلُحُ اَمُرُ هَذِهِ اْلأُمَّةِ إِلاَ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَلُّهَا
Artinya : “Tidak akan selamat atau maslahat urusan umat ini kecuali dengan apa-apa yang telah menyelamatkannya generasi awalnya”

Atas dasar inilah Islam hanya dapat ditegakkan dengan cara-cara terdahulu, yakni sunnah Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Tidak mungkin Islam ditegakkan dengan cara diluar Islam, baik dengan pola barat maupun pola timur.
Berbagai usaha yang diperjuangkan kaum muslimin dalam mengembalikan khilafah dengan versinya antara lain adalah :

Ikhwaanul Muslimin
Didirikan pada tahun 1928 M. di Mesir oleh Syaikh Hasan Al-Banna (1324-1368 H/1906-1949 M).  Berawal dengan sistem  usroh (keluarga) beberapa orang tokoh dan ulama Mesir yang menentang kekuasaan Rezim Gamal Abdul Nasher. Secara pesat berkembang di Mesir dan meluas ke berbagai negeri muslim lainnya, hingga ke Indonesia. Sistem perjuangan untuk menuju khilafah melalui tahapan pembinaan sebagai berikut :
a.    Pembentukan individu Islami
b.    Pembentukan keluarga Islami
c.    Pembentukan masyarakat Islami
d.    Pembentukan Negara / Pemerintahan Islami
e.    Penegakkan khilafah dengan memilih dari perwakilan tiap negara, dengan kriteria Imaamah atau Khilafah ; al-Alamah, al-Adalah, al-Kifayah

Hizbut Tahrir
Didirikan pada tahun 1953 di  Yordania oleh Syaikh Taqyuddin An Nabhani (1909-1979 M). Seiring dengan keruntuhan Turki Utsmani 1924, khilafah wajib ditegakkan kembali di tengah-tengah kaum muslimin. Maka 29 tahun kemudian Hizbut Tahrir berdiri sebagai Partai Politik Islam Internasional yang berjuang untuk mengembalikan Khilafah Islamiyah pasca runtuhnya Turki Utsmani. Khilafah baru bisa berdiri apabila ada daulah Islamiyah. Dengan demikian memiliki kekuasaan menjadi syarat mutlak tegaknya khilafah islamiyah. Apabila di suatu daerah telah menjadi dominan dan berkuasa, maka dibai’atlah seorang khalifah. Selanjutnya seluruh muslimin wajib membai’atnya. Syarat-syarat terbagi menjadi dua, yakni syarat in’iqad dan syarat afdlaliyah. Syarat in’iqad (sahnya) khalifah ada tujuh ; Muslim, laki-laki, baligh, berakal, adil, merdeka, mampu melaksanakan amanah khilafah. Syarat afdlaliyah (keutamaan) ; mujtahid, pemberani dan politikus, keturunan (Quraisy, Bany Hasyim dll).

Mujahidin
Gerakan ini diawali dengan peristiwa perang teluk di Timur Tengah tahun 1980-an, kemudian menyusul Jihad Afghanistan, Chechnya, Palestina dan lain-lain. Para tokoh gerakan ini antara lain ; Syaikh Abdullah ‘Azzam, Syaikh Usamah bin Ladin, Syaikh Ahmad Yasin dll. Prinsip-prinsipnya tentang khilafah, antara lain ;
Tidak benar, untuk jihad harus ada khilafah dulu.
Tidak ada sahabat atau ulama mu’tabar yang berkata bahwa; tidak ada jihad kecuali bersama khilafah.
Nash tentang jihad adalah qath’i, jihad akan terus berlangsung sampai hari kiamat. Sama saja keadaannya ada khalifah atau Imaam ‘Aam atau tidak adanya khalifah atau Imaam ‘Aam.
Tidak ada dalil yang shahih, yang mensyaratkan harus dengan adanya Imaam ‘Aam pada jihad thalabi (offensive), selain pada jihad difa’i (defensive)
Khilafah Islamiyah yang runtuh tahun 1924, harus ditegakkan kembali dengan melalui i’dad dan  jihad fii sabiililah.

4.  Khilafatul Muslimin
Dimaklumatkan di Lampung – Indonesia pada tahun 1997 oleh Ust. Abdul Qadir Hasan Baraja. Menurutnya, sejak runtuhnya Turki Utsmani 1924, tidak ada satupun gerakan yang menegakkan khilafah. Maka diba’iatlah Ust. Abdul Qadir Hasan Baraja sebagai Amiirul Mu’minin sementara. Kemudian menyebarkan formulir pendaftaran untuk menjadi anggota. Selanjutnya secara bertahap akan diselenggarakan musyawarah dunia dan menetapkan Khalifah yang tetap / permanen.

III.    KEMBALI KEPADA SISTEM  “KHILAFAH ‘ALA MINHAAJIN NUBUWWAH

Menjelang runtuhnya Turki Utsmani dan sesudahnya hingga tahun 1952 muslimin di berbagai dunia termasuk di Indonesia mengadakan musyawarah/konferensi untuk mengembalikan sistem khilafah. Akan tetapi semua usaha ini belum berhasil mewujudkan khilafah.
Ketidak berhasilan ini lebih banyak disebabkan karena faktor nasionalisme masing–masing pihak yang dibawa ke majelis musyawarah.
Konferensi Khilafah di berbagai negara, pra dan pasca  keruntuhan Utsmaniyyah (1924)
All India Khilafat Conference, 1919 M di India
Konferensi Islam International, 1921 M. di  Karachi  Pakistan
Dewan Khilafah, 1924 di Mekkah ( dibentuk Syarif Husein Amir)—tidak berlanjut
Kongres Kekhilafahan Islam, 1926 di Kairo
Kongres Muslim Dunia, 1926 di Mekkah
Konferensi Islam Al-Aqsha, Desember  1931 di Yerussalem
Konferensi Islam International kedua, 1949 di Karachi
Konferensi Islam International ketiga, 1951 di   Karachi
Pertemuan Puncak Islam, Agustus 1954 di Mekkah
Konferensi Muslim Dunia 1964 di Mogadishu
Konferensi Muslim Dunia 1969 di Rabat Maroko —– melahirkan OKI
Konferensi Tingkat Tinggi Islam, Pebruari 1974 di Lahore Pakistan.
Setelah mengalami perjalanan yang panjang, sampai dengan tahun 1953 muncullah tiga pertanyaan dalam pemikiran Dr. Syaikh Wali Al–Fattaah :
Mengapa kaum muslimin senantiasa gagal dalam  memperjuangkan Islam?
Mungkinkah Islam dapat ditegakkan dengan cara di  luar Islam?
Mustahil dalam Islam tidak ada sistem untuk memperjuangkan Islam?
Dari tiga pertanyaan itulah Wali Al-Fattaah terus-menerus melakukan kajian bersama para ulama saat itu, untuk mencari solusi permasalahan tersebut. Maka beliau menarik kesimpulan; bahwa Islam tidak mungkin ditegakkan dengan cara-cara diluar Islam, termasuk melalui jalur politik parlementer. Hal ini pula yang menjadi dasar beliau mengundurkan diri dari Masyumi.
Yang memilih keluar dari Masyumi ternyata tidak hanya Wali Al-Fattaah, tapi juga tokoh-tokoh lain yang kecewa dengan keberadaan Masyumi, antara lain : H. Agus Salim, Abdul Gaffar Ismail dan Al-Ustadz H.S.S. Djamaan Djamil. 1
Dari tahun ke tahun Wali Al-Fattaah mengumpulkan dalil-dalil tentang Khilafah, Jama’ah dan Imaamah. Beliau berhubungan dengan Kyai Maksum (Khadimus Sunnah), KH. Munawwar Khalil, Ust. A. Hasan dll.
Suatu hari, di  akhir tahun 1952 Wali Al-Fattaah mendapat hadiah satu paket buku dari KH. Munawwar Khalil yang berjudul “Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”.
Buku ini menambah keyakinan Wali Al-Fattaah akan penting dan wajibnya Muslimin  kembali kepada Khilafah, ‘alaa Minhaajin Nubuwwah. Setelah berkali-kali diadakan musyawarah dengan para ulama, maka terjadilah pembai’atan beberapa orang  ulama dan tokoh saat itu,  kemudian pada  hari Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1372 H/20 Agustus 1953 diumumkan pembai’atan tersebut di gedung Aducstaat (Bapenas sekarang) Jakarta.
Diantara para ulama yang membai’at awal Wali Al-Fattaah generasi awal adalah :
– Kyai Muhammad Maksum (Khadimus Sunnah, ahli   hadits asal Yogyakarta- Muhammadiyah)
–    Ust. Sadaman (Persis-Jakarta)
–    KH. Sulaeman Masulili (Sulawesi)
–    Ust. Hasyim Siregar (Tapanuli)
–    Datuk Ilyas Mujaindo, dll.
Kemudian disiarkan melalui media cetak: Harian Keng Po, Pedoman dan Daulat Rakyat, serta media elektronik : melalui  Radio Australia dalam bahasa Inggris 22 Agustus 1953 oleh Zubeir Hadid dan di RRI Pusat (1956) oleh Ust. Abdullah bin Nuh dalam bahasa Arab.2 Inilah awal ditetapinya kembali Jama’ah Muslimin dan Imaamnya. 1972 mendapat tanggapan positif dan do’a  serta gelar Syaikh kepada Wali Al-Fattaah, dari Raja Feisal –Saudi Arabia
Sepeninggal Wali Al-Fattaah, 19 Nopember 1976, dibai’atlah H. Muhyiddin Hamidy sebagai Imaam yang  kedua dalam Jama’ah Muslimin (Hizbullah). Alhamdulillah dari waktu ke waktu kaum muslimin makin menyadari akan pentingnya kesatuan dan persatuan umat, sehingga secara berangsur muslimin di berbagai daerah dan negeri bergabung dalam satu wadah yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya, yakni Jama’ah Muslimin dan Imaamnya. MASYAA  ALLAH
Wali Al-Fattaah menegaskan, “Kalau memang telah ada yang lebih dulu muslimin menetapi Jama’ah Muslimin dan Imaamnya, kita makmum. Kami menyadari bahwa Imaam itu tidak boleh dua, kami menyadari bahwa Jama’ah itu tidak boleh dua. Jama’ahnya harus satu dan Imaamnya pun harus satu.” Sebagaimana yang terjadi pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin Al-Mahdiyyin. (pen)

Syaikh Abdul Aziz bin Baz berkata : “Termasuk perkara yang tidak diragukan banyaknya kelompok di dalam masyarakat Islam termasuk perkara yang sangat diinginkan oleh syaithan dan musuh-musuh Islam dari kalangan manusia. Karena bila kaum muslimin bersepakat dan bersatu serta mengenal bahaya yang mengancam mereka dan juga mengancam aqidah mereka, maka mereka akan bersemangat membela umat dan aqidah mereka dan beramal di dalam satu shaf (barisan) demi kemaslahatan muslimin dan membentengi agama mereka, negeri-negeri serta saudara-saudara mereka dari bahaya yang mengancam. Hal yang demikian ini tentu tidak disenangi oleh musuh-musuh Islam dari kalangan manusia dan jin. Oleh karena itu musuh-musuh Islam itu bersungguh-sungguh untuk memecah belah barisan muslimin dengan mencerai-beraikan kekuatan mereka dan menebarkan sebab-sebab permusuhan di kalangan mereka. Kita memohon kepada Allah agar Ia mempersatukan kaum muslimin di atas kebenaran dan menyingkirkan dari masyarakat mereka segala fitnah dan kesesatan, sesungguhnya Dia Allah yang mengatur dan menguasainya. (Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Al-Imaam Abdul Aziz bin Baz hal. 203-204)

Wallahu a’lam bish shawwaab

11 comments on “Usaha Penegakkan Khalifah

  • Assalamu’alaiakum,

    Saya mencoba memberi koreksi pada antum-antum pada kalimat berikut, insya Allah antum-antum ikhlas:

    4. Baraja. Menurutnya, sejak runtuhnya Turki Utsmani 1924, tidak ada satupun gerakan yang menegakkan khilafah. Maka diba’iatlah Ust. Abdul Qadir Hasan Baraja sebagai Amiirul Mu’minin sementara. Kemudian menyebarkan Khilafatul Muslimin
    Dimaklumatkan di Lampung – Indonesia pada tahun 1997 oleh Ust. Abdul Qadir Hasan formulir pendaftaran untuk menjadi anggota. Selanjutnya secara bertahap akan diselenggarakan musyawarah dunia dan menetapkan Khalifah yang tetap / permanen.

    Pertanyaan saya ; benarkah tidak ada satupun gerakan yang menegakkan khilafah sejak runtuhnya kekhilafahan Turki Ustmani tahun 1924?Sehinggga Al Mukarom Ustadz Abdul Qadir Hasan Baraja’ pada tahun 1997 Ustadz memelopori gerakan khilafah yang lain bahkan dibaiat. Padahal tahun 1953 (terpaut 44 tahun) Wali Al Fataah telah dibaiat dan dinyatakan bahwa Jamaah Muslimin (Hizbullah) (Khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwah) telah ditegakkan.
    Lalu gerakan apakah yang di pimpin oleh Wali Al Fataah pada tahun 1953 menurut antum-antum YKH?
    Antum-antum sendiri telah menulis ;

    ……Setelah mengalami perjalanan yang panjang, sampai dengan tahun 1953 muncullah tiga pertanyaan dalam pemikiran Dr. Syaikh Wali Al–Fattaah :
    Mengapa kaum muslimin senantiasa gagal dalam memperjuangkan Islam?
    Mungkinkah Islam dapat ditegakkan dengan cara di luar Islam?
    Mustahil dalam Islam tidak ada sistem untuk memperjuangkan Islam?dst……………………………………………………………….

    …………………..Setelah berkali-kali diadakan musyawarah dengan para ulama, maka terjadilah pembai’atan beberapa orang ulama dan tokoh saat itu, kemudian pada hari Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1372 H/20 Agustus 1953 diumumkan pembai’atan tersebut di gedung Aducstaat (Bapenas sekarang) Jakarta.
    Diantara para ulama yang membai’at awal Wali Al-Fattaah generasi awal adalah :
    – Kyai Muhammad Maksum (Khadimus Sunnah, ahli hadits asal Yogyakarta- Muhammadiyah)
    – Ust. Sadaman (Persis-Jakarta)
    – KH. Sulaeman Masulili (Sulawesi)
    – Ust. Hasyim Siregar (Tapanuli)
    – Datuk Ilyas Mujaindo, dll.dst……………………………….

    Sepeninggal Wali Al-Fattaah, 19 Nopember 1976, dibai’atlah H. Muhyiddin Hamidy sebagai Imaam yang kedua dalam Jama’ah Muslimin (Hizbullah).dst…………………………………………………………….

    Wali Al-Fattaah menegaskan, “Kalau memang telah ada yang lebih dulu muslimin menetapi Jama’ah Muslimin dan Imaamnya, kita makmum. Kami menyadari bahwa Imaam itu tidak boleh dua, kami menyadari bahwa Jama’ah itu tidak boleh dua. Jama’ahnya harus satu dan Imaamnya pun harus satu.” Sebagaimana yang terjadi pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin Al-Mahdiyyin. (pen)

    Ikhwah….Akhwah…..

    Jama’ah Muslimin telah ditetapi kembali dan Khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwah telah ditegakkan pada tahun 1953, jauh sebelum Ustadz-ustadz YKH memaklumatkan gerakan Khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwah, versi antum-antum, Khilafatul Muslimin.
    Ingat, tidak boleh ada dua Imaam dalam satu masa, kalaupun ada baiatlah yang lebih awal.

    Kini sudah jelas semua bahwa Jama’ah Muslimin (Hizbullah) adalah Khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwah, dan Wali Al Fataah dibaiat lebih awal.

    Kalau antum-antum ikhlas, tentunya antum sekalian akan bergabung dan menetapi Jama’ah Muslimin (Hizbullah). Tidak seperti yang terjadi pada Nur Hasan Ubaidah, karena tidak ikhlas lalu khianat dan kemudian mendirikan keamiran tandingan (Darul Hadist) atau sekarang LDII.
    Saya yakin, antum-antum telah paham dalil-dalilnya.

    Mari para ikhwan, bergabunglah, peluk dan dekap kami menunggu antum-antum sekalian. Insya Allah, kita kuatkan shaf perjuangan kita.
    Markas kami tidak jauh dari domisili antum-antum di Lampung.

    Markaz II Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwah Wilayah Lampung
    Alamat : Dusun Muhajirun, Desa Negara Ratu Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

    • Hizbutahrir juga sedang berjuag untuk menegakkan daulah khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwa dengan cara yg sesuai dengan yg dicontohkan Rasullullah SWT. Atinya kita mempunyai kesamaan. Marikita sama2 mengupayakan Khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwah degan cara masing2. Jangan sampai ada yg mengadu domba dengan membesarkan perbedaan

  • Tentunya ikhwan-ikhwan di Khilafatul Muslimin telah mahfum semua bahwa maklumat penegakkan Khilafah ‘alaa Minhaajin Nubuwwah Jama’ah Muslimin (Hizbullah) telah disiarkan dari tahun1953. Jadi apa yang di tulis oleh YKH Al Ustadz A.Q. Hasan Baraja’ dan para pembantunya bahwa usaha penegakan khilafah ‘alaa Minhajin Nubuwwah baru dimulai pada tahun 1997 adalah sangat menyesatkan, cenderung memdustkan fakta serta membohongi ummat.

    • maaf… baru menjawab.
      “Al Ustadz A.Q. Hasan Baraja’ dan para pembantunya bahwa usaha penegakan khilafah ‘alaa Minhajin Nubuwwah baru dimulai pada tahun 1997 adalah sangat menyesatkan, cenderung memdustkan fakta serta membohongi ummat”.>////< jika telah dima'lumatkan tolong perlihatkan bukti otentik ma'lumat ditetapinya kembali Jama’ah Muslimin dan Imaamnya.

  • jazakallah atas komentar dan tauziyahnya, semoga semuanya bisa memahami dan mengamalkan. yang hak semuanya datang dari Allah….syukran. Barokallah fiik

  • Yahudi Gilas Mahasiswa Palestina dengan Mobil Berulang Kali

    Rabu lalu (02/12) TV 2 Israel menayangkan potongan rekaman aksi biadab seorang pemukim Yahudi yang menggilas seorang pemuda Palestina dengan mobil berulang kali, sebelum akhirnya mobil tersebut berhenti tepat di atas pemuda tersebut. Teriakan kesakitan pemuda Palestina itu membuat rekaman itu semakin mengiris hati yang melihatnya. Aksi keji ini terjadi di Hebron, sebelah selatan Tepi Barat, Palestina.

    Kejadian ini terjadi di depan mata pihak kepolisian Israel, para aktivis Bintang David Merah yang mengurus ambulan, dan para hadirin lainnya. Situs infopalestina berbahasa Arab melansir, bahwa salah seorang di antara mereka meneriakkan kalimat dengan bahasa Ibrani yang artinya, “Lindaslah dia!” Sedangkan sebagian yang lain berusaha untuk menjauhkan kamera yang ada untuk menutupi aksi keji ini dari media.

    Mahasiswa yang teraniaya tersebut bernama Wasim Usamah Maswadah (21). Ia seorang mahasiswa Universitas Yornania, spesialisasi menajemen. Kepolisian Israel menuduhnya telah melakukan serangan terhadap dua orang Yahudi di pemukiman Kiryat Arba di Hebron.

    Walau status Wasim masih tertuduh, polisi Israel telah menembaknya 6 kali; 4 peluru bersarang di perutnya dan 2 lagi di paha kanannya. Setelah itu, pemukim Yahudi yang memiliki hubungan dengan dua orang pemukim Yahudi yang diserang tersebut, menggilas Wasim dengan mobil berulang kali.

    Situs Aljazeera.net dan sumber lainnya menginformasikan, bahwa setelah kejadian itu Wasim Usmah dalam keadaan yang sangat kritis dengan luka yang sangat parah. Namun ia masih hidup.

    Setelah kejadian itu, Wasim meringkuk di rumah sakit Hadasa Ain Karim, di kota Al-Quds. Ia dijaga ketat oleh tentara penjajah. Sedangkan keluarganya sama sekali tidak diberi izin untuk menjenguk.

    Di pihak lain, pemukim yang melindas Wasim hanya diinterogasi sejenak oleh pihak kepolisian, dan kemudian ia dibebaskan. Saat ini pelaku tinggal nyaman bersama keluarga dan anak-anaknya. Sedangkan otoritas penjajah Zionis belum mengambil sikap, apakah akan menghakiminya, atau akan memposisikan kasus ini sebagai aksi “membela diri.”

    Kriminalitas Berulang yang Disokong Pemerintah Zionis

    Ketua Badan Islam Kristen untuk Menyelamatkan Al-Quds dan Kesucian Syekh Taisir Rajab Al-Tamimi mengecam aksi keji ini. Beliau mengatakan, “Ini adalah kriminalitas biadab yang jarang terjadi dalam sejarah. Ini tidak mungkin terjadi kebetulan, tapi kekejian demi kekejian itu terjadi secara terencana, sebagai aplikasi setiap kata dari fatwa pendeta Yahudi radikal, yang menyeru untuk membunuh setiap warga Palestina dan orang Arab.”

    Syekh Taisir juga mengisyaratkan, bahwa telah terjadi lebih dari 600 kali tindak kriminal pembunuhan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap orang-orang Palestina. Kasus-kasus itu tidak dibawa kemahkamah kecuali 20 kasus pembunuhan. Hukuman terberat yang dijatuhkan kepada para kriminal itu hanya 6 bulan penjara, itupun eksekusinya tidak dilaksanakan!

    Peristiwa Lama Berita Baru

    Peristiwa keji ini sebenarnya telah terjadi pada 25 Oktober 2009. Namun baru hari Rabu sore lalu ditayangkan di TV 2 Israel. Awalnya, otoritas penjajah Israel melarang penyebaran rekaman vidio ini.

    Koresponden Aljazeera di Al-Quds, Ilyas Kiram, mengatakan, “Ditayangkannya vidio ini oleh TV 2 Israel bisa jadi karena dua motif, pertama, adanya persaingan media antara TV 2 dan TV 10 Israel. Kedua, Israel berusaha menciptakan penyeimbangan berita aksi keji memalukan yang terjadi di depan kepolisian dan awak ambulan.”

    Upaya Menuntut Hak

    Kepada koresponden Aljazeera, Ayah dari Wasim yang bernama Usamah mengatakan, bahwa ia tidak akan berhenti untuk menuntut hak anaknya. Ia akan mengajukan kasus ini ke mahkamah manapun dengan cara apapun.

    Usamah sempat mengatakan, bahwa ia tidak mampu mengungkapkan apa yang terjadi pada anaknya, tidak diwakili oleh kata biadab dan keji. Ia tidak mampu mengungkapkannya, karena yang terjadi sangatlah menyakitkan. Hingga kini, ia tidak tahu bagaimana keadaan anaknya.

    Hari Kamis lalu (03/12) Menteri Informasi Palestina di Gaza mengatakan, “Kejadian ini merupakan kejahatan perang baru, yang menambah panjangnya silsilah kejahatan perang dan penjajahan yang dilakukan Israel.”

    Di hari yang sama, Menteri Kebudayaan Palestina di Gaza meminta seluruh media menginformasikan kejahatan ini, untuk menguak silsilah kebiadaban penjajah Zionis Israel. (Sn/alj/infp/myj)

  • Alhamdulillah untungnya saya ud gabung ke dalam jamaah khilafatulmuslimin/khilafah ala minhajin nubuwah.. bukan di tempatnya pak Wali Al Fataah yang katanya denger-denger bikinan sukarno untuk membendung gerakan DI/TII… DAN maklumatnya juga belum pernah denger kaya apa bunyinya or tulisanya punyanya wali al patah itu..padahal kan ud lama dari taun 50an tapi ko ga ada gaungnya ya? maaf nih beda sama khilafatulmuslimin begitu jelas dan gamblang..dan sangat masuk akal..sangat mengena… semoga khilafatul muslimin makin berjaya dan selalu di Ridhoi oleh Allah SWT””Aamiin……

  • @ACHMAD AL-FARUQ jika telah dima’lumatkan tolong perlihatkan bukti otentik ma’lumat ditetapinya kembali Jama’ah Muslimin dan Imaamnya.
    —————————————————————————————————-
    Standar kebenaran bukan terletak pada isi MAKLUMAT Khilafatul Muslimin akan tetapi Baiat awal yang sudah diamalkan terlebih dulu oleh Jama’ah Muslimin (Hizbullah)

    “Dahulu Bani Israil selalu dipimpin dan diperlihara urusannya oleh para Nabi. Setiap kali seorang nabi meninggal, digantikan oleh nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada nabi setelah aku. (Tetapi) nanti akan ada banyak khalifah, (shahabat) bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepada kami ? (Rasulullah) menjawab : penuhilah bai’at yang pertama dan yang pertama saja. (HR. Imam Muslim dari Abi Hazim).

    “jika telah dibai’at dua orang khalifah, maka bunuhlah yang terakhir di antara keduanya. (HR. Muslim)
    Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menegakkan khilafah tahun 1953 dan Khilafatul Muslimin Baru menegakkan khilafah tahun 1997 menurut hadis diatas Khalifah mana yang harus dibunuh,?

    http://falanjani.wordpress.com/ditetapinya-kembali-jamaah-musliminhizbullah/

  • Pada ngomong khilafah tapi nda taw syarat utama bagi khalifah ,,, andaikan kalian tahu maka tentulah Kalian akan tersadar ….. Kenalilah alhaq maka kalian akan tahu siapa yg berjalan diatas alhaq …

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: