Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah, KUNCI Pembebasan Al AQSHA

Published 29 Maret 2008 by syifasalsabila

Sumber: jamaahmuslim.com Selasa, 15 Mei 2007 – 8:52 WIB

Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah, KUNCI Pembebasan Al AQSHA
Oleh: Aly Farkhan Tsany

Jakarta – Telah 59 tahun Zionis Israel menjajah Palestina dan kawasan Masjid Al-Aqsha, yaitu sejak proklamasi sepihak Israel tanggal 14 Mei 1948 Pkl. 16.00 waktu setempat. Warga Palestina melalui “Intifadhah Al-Aqsha” bertahun-tahun lamanya dengan ruhul jihad yang tiada tara. Syuhada-syuhada muslimin dan muslimat, orang tua dan anak-anak, berbekal batu, ketapel, dan apa yang ada, telah menumpahkan air mata, keringat, darah, dan mengorbankan jiwa dan raga membela kehormatan muslimin dan kemuliaan Masjid Al-Aqsha.

Jihad membebaskan Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel terus mendapat dukungan dari segenap kaum muslimin dan komponen umat di dunia, khususnya dari Indonesia negeri mayoritas berpenduduk muslim. Sebab, membebaskan Al-Aqsha dan tanah suci Palestina bukan hanya tanggung jawab umat Islam di Palestina saja, tetapi kewajiban seluruh umat Islam di dunia.

Puncaknya, insya Allah Masjid Al-Aqsha dan kawasan Palestina akan dapat dibebaskan oleh kesatuan kaum muslimin di bawah kepemimpinan panji Khilafah ‘Alaa Minhaajin Nubuwwah (Khilafah yang mengikuti jejak kenabian).

Hal itu terungkap dalam Tabligh Akbar bertema “59 tahun Penjajahan Zionis Israel atas Palestina” yang digelar di Masjid Al-Azhar Kebayoran, Jakarta Selatan, Ahad 25 Rabi’ul Awwal 1428 H. / 13 Mei 2007 M. pukul 13.00-15.00 WIB.

“Palestina dan Al-Aqsha adalah waqaf muslimin yang dimuliakan Allah dan Rasul-Nya, 59 tahun terjajah oleh Zionis Israel. Kewajiban kita semua umat Islam mengembalikannya kepada umat Islam,” papar Ferry Nur, Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA).

Perilaku penjajah sebagaimana Allah nyatakan di dalam Surah An-Naml ayat 34 adalah membuat kerusakan, baik kepada manusia maupun alam sekitarnya. Karenanya, penjajahan Zionis tersebut harus dihentikan dengan cara bersatunya kaum muslimin secara terpimpin, ujarnya.

“Pembebasan Al-Aqsha menjadi agenda kita bersama seluruh komponen umat Islam. Kalau tidak, kita terancam sifat munafik. Yakni tidak mau memikirkan nasib sesama umat Islam,” tandas Ferry di hadapan 1.000-an massa muslimin muslimat dari berbagai tempat di Jabodetabek, Bandung, Sukabu-mi, Semarang, Banjarnegara, Surabaya, hingga Bandar Lampung.

Ustadz Ferry mengingatkan, hubungan umat Islam Indonesia dengan Palestina sangat kental sejak Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Mufti besar Palestina waktu itu, Amir Al-Huasaini, yang mensosialisasikan kemerdekaan Indonesia ke negeri-negeri Timur Tengah. Saudagar Palestina Muhammad Ali Taher bahkan rela mengambil semua uangnya di bank untuk perjuangan Indonesia melawan sekutu.

Al-Aqsha Hak Muslimin

Mahmud Sulaiman Al-Adam utusan Al-Quds Institution pimpinan DR. Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dalam sambutan atas nama umat muslim Palestina menyatakan, Al-Aqsha Palestina bukanlah milik umat Palestina saja, tetapi milik seluruh umat Islam. Terbukti dengan adanya dukungan dari segenap komponen muslimin di manapun berada, khususnya umat Islam Indonesia, untuk membebaskan Al-Aqsha dari cengkeraman penjajah Zionis Israel.

Menurut Adam, yang juga koresponden Al-Jazirah untuk Indonesia, Zionis Israel menjajah Palestina bukan seketika bisa, namun telah diplaning sejak lama, melalui beberapa tahapan mukadimah.

Mukadimah pertama, melobi Negara-negara besar untuk menyetujui adanya warga asing di komunitas umat Islam, yakni lewat Israel di Timur Tengah.

Mukadimah kedua, rancangan Perjanjian Balvour tahun 1917 berupa penyerahan tanah Palestina dari Inggris untuk Israel.

Mukadimah ketiga, berupa penciptaan musibah terbesar umat Islam yakni dengan runtuhnya sentral kepemimpinan muslimin di Turki Utsmani.

Mukadimah keempat, imigrasi besar-besaran warga Yahudi dari Eropa, Amnerika, Soviet, ke Palestina.

Mukadimah kelima, pengiri-man senjata dan aksi militer membantai umat muslim Palestina.

“Dalam satu malam saja, Zionis Israel membantai 300 nyawa tak berdosa warga Palestina,” papar Adam, seperti diterjemahkan oleh Amrozi M. Rais, Directur Centre for Middle East Studies (COMES).

Saat ini, bantuan untuk warga Palestina masih terus diembargo dan diboikot oleh dunia Internasional. Sementara negeri-0negeri muslim sekitar Palestina tidak dapat bebruat apa-apa, ujarnya.

“Walau demikian, dengan kesadaran akan pentingya kesatuan umat dalam rangka mengambil kembali kepemilikan Al-Aqsha bagi umat Islam, Zionis Yahudi akan dapat dikalahkan,” tandasnya.

Hingga, batu-batu pun akan berbicara, menunjukkan bahwa di belakangnya ada Yahudi, maka bunuhlah Yahudi, kata Adam, menukil janji Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Al-Aqsha dan Khilafah

Ustadz Al-Khaththath dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam kesempatan yang sama menegaskan, satu-satunya cara membebaskan Masjid Al-Aqsha, Palestina, hanya dengan jihad, dan jihad hanya dapat dilaksanakan dengan adanya khilafah.

“Khilafah adalah milik muslimin, wajib kita amalkan sebagaimana dahulu khalifah Abu Bakar hingga ‘Aly bin Abi Thalib, mengamalkan Khilafah ‘Ala Minhaajin Nubuwwah,” tegas Al-Khaththath.

Menegakkan Khilafah ‘Alaa Minhaajin Nubuwah sesuai lisan Rasulullah adalah perjuangan besar kita bersama, untuk membebaskan Al-Aqsha dari penjajahan Zionis Israel. Karenanya, kita jangan mau diadu domba, papar Al-Khaththath.

Ketua Pelaksana Harian Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) Ahmad Sumargono yang hadir adalam Tablig juga menyampaikan, membebaskan Al-Aqsha Palestina merupakan bagian dari agama Islam itu sendiri, sesuai dengan prinsip ‘Asyidda ‘alal kuffaar ruhamaa bainahum.

“Kita memandang sesuatu berdasarkan ideologi bahwa Islam bukanlah agama dalam arti sempit, hanya ibadah mahdhah semata. Tetapi menyangkut keseluruhan masalah umat secara komplit,” kata Sumargono.

Sumargono mencontohkan, mengapa kita menolak Bush datang ke Indonesia, karena secara ideologi Bush adalah musuh Islam, telah memecah belah dan membantai umat Islam di mana-mana.

“Membebaskan Al-Aqsha adalah wujud solidaritas kita sesuai Surah Al-Baqarah ayat 120, sikap kita dan harta yang kita miliki kita korbankan untuk kepentingan Islam dan Muslimin dengan ketulusan tanpa riya di dalamnya, dilaksanakan dengan cara bersatu untuk melawan mereka” ujar Sumargono.

Wajibnya dunia Islam terpimpin oleh Khilafah ‘Ala Minhaajin Nubuwwah dalam membebaskan Al-Aqsha ditegasklan oleh Yakhsyallah Manshur, Amir Lajnah Tanfidz Ghazwah Al-Aqsha Jama’ah Muslimin (Hizbullah) pada kesempatan yang sama.

Yakhsyallah menyampaikan, kesatuan muslimin dalam satu Khilafah ‘Alaa Minhaajin Nubuwwah sesuai surat Ali Imran ayat 103 dan dalil-dalil lain di dalam Al-Quran dan As-Sunnah, merupakan kewajiban seluruh umat Islam. Apalagi untuk membebaskan Al-Aqsha dari cengkeraman Zionis Israel.

Untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha umat Islam wajib bersatu dalam satu keamiran muslimin, ujar Yakhsyallah, seraya mengutip hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam yang menyatakan bahwa tidak halal tiga orang tanpa keamiran.

“Al-Aqsha lepas dari pangkuan muslimin karena muslimin tidak lagi terpimpin,” tegas Yakhsyallah, yang juga Mudir Ma’had Shuffah Hizbullah Al-Fatah Cileungsi, Bogor.

Muslimin saat ini lebih banyak bicara tanpa pelaksanaan, dan hidup sendiri sendiri, disibukkan oleh kepentingan masing-masing. Sehingga tidak peduli dengan permasalahan umat Islam, serta tidak peduli dengan masalah pembebasan Al-Aqsha, jelas Yakhsyallah. Padahal permasalahan Al-Aqsha, bukan masalah orang Palestina semata. Tetapi masalah umat Islam di manapun berada.

Hal ini tidak bisa dibiarkan, apalagi Zionis terus berusaha menghilangkan negeri Palestina dari Peta Timur tengah, dan menyamarkan Kubah Ash-Skahrah sebagai Masjidil Aqsha.

Padahal sesuai firman-firman Allah, khususnya di dalam surat Al-Isra ayat 1, hadits tentang kemuliaan Masjidil Haram Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsha, kita wajib memuliakannya dan membebaskan-nya dari Zionis Israel terlaknat, tandasnya.

“Karenanya kita nyatakan Ghazwah Al-Aqsha, perang membebaskan Al-Aqsha hak kaum muslimin. Al-Aqsha Haqquna!” teriak Yakhsyallah, diikuti takbir “Allahu Akbar!”

Jamaah Muslimin (Hizbullah) memaklum-kan Ghazwah Al-Aqsha ke dunia Islam sejak tanggal 24 Sya’ban 1427 H. / 17 September 2006 M. Pkl. 11.50 WIB. Telah menyelenggarakan sosialisasi Ghazwah Al-Aqsha berupa Gerak Jalan / Longmarch Cinta Al-Aqsha, Bedah Buku Zionis, Pameran Foto Kekejaman Zionis, Pemutaran CD Palestina dan Perjuangan Islam, Seminar/Tabligh Akbar Al-Aqsha Haqquna, pengumpulan dana Dinar Lil Palestina One Man One Dinar, Penerbitan Kalender dan Buku Al-Aqsha, dan penyiapan mujahid Al-Aqsha.

Sosialisasi Al-Aqsha Haqquna tahun 2006-2007 telah dilaksanakan di Jakarta, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, dan Pontianak. Direncanakan tanggal akhir Mei ini akan diselenggarakan di Medan dan Banda Aceh, dengan menghadirkan Dubes Palestina, Haji Abdurahman (Malaysia), Ferry Nur (Sekjen KISPA), dan Yakhsyallah Manshur (Lajnah Ghazwah Al-Aqsha Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

Istiqamah Melawan Zionis

Sementara itu, Dani Anwar dari gerakan Ihsanul Amal mengingatkan, agar umat Islam istiqamah secara kaffah mengamalkan Islam dalam menghadapi Zionis Internasional.

Ini karena Zionis terus-menerus mempengaruhi pikiran muslimin agar jangan sampai muslimin memikirkan Al-Aqsha dan Palestina.

“Kalau ada umat Islam yang masih menganggap Al-Aqsha tidak ada hubungan dengan muslimin karena letaknya yang jauh dan masih banyak persoalan lain yang harus dipikirkan, maka ketahuilah bahwa dia telah terpengaruh pemikiran Zionis!” tegas Ustadz Dani.

Ustadz Dani menyatakan kaum muslimin kalau mau menang melawan Zionis Internasional maka harus bersatu secara istiqamah dalam kepemimpinan khilafah minhaji Rasulillah.

Dalam tausiyah dan doa penutup, Haji Rosihan Anwar dari jamaah Khaira Ummah mengingatkan kaum muslimin untuk tidak berfirqah-firqah.

“Terjebaknya umat islam dalam kehidupan berfirqah-firqah merupakan kesalahan fatal yang berakibat adzab yang pedih, sesuai Surat Ali Imran ayat 105,” ujar Haji Rosihan seraya membaca ayat tersebut.

Untuk membebaskan Al-Aqsha, umat Islam tidak boleh merasa lelah melangkahkan kaki ke tampat taklim pembebasan Al-Aqsha, tidak boleh jenuh mengeluarkan banyak biaya untuk mendukung perjuangan Al-Aqsha, dan jangan sampai frustasi dalam berjuang.

“Kita semua harus istiqamnah dan fokus terhadap agenda strategis abad ini, yakni Pembebasan Al-Aqsha dari cengkeraman penjajah,” jelasnya sambil berteriak keras “Allahu Akbar! Allahu Akbar!!”.

Umat Islam juga dihumbau agar meninggalkan isu murahan yaitu meruncingkan segmen perpecahan umat hanya karena persoalan khilafiah. Juga agar secara terus-menerus menjauhi kemaksiatan serta berupaya semaksimal mungkin mencegah kemungkaran yang ada di sekitarnya.

“Surat Al-Maidah ayat 78 dan 79 mengingatkan kita semua agar jangan berkarakter Yahudi yakni tidak peduli dengan pencegahan kemungkaran yang ada,” paparnya di hadapan jamaah kaum muslimin dan muslimat.

Dalam Tablig Akbar tersebut terkumpul dana Palestina uang sejumlah Rp5.855.300 dan US 5.

“Kami akan terus bantu kegiatan pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina. Kami sekarang baru tahu kalau ternyata pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina bukan tanggung jawab orang Palestina saja, tetapi kewajiban kita semua,” ujar seorang ibu rumah tangga seusai acara tersebut. (Afta)

4 comments on “Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah, KUNCI Pembebasan Al AQSHA

  • Snap Shots Options [Make this Shot smaller] [Close] Options Disable Get Free Shots wordpress.org Close Snap Shares for charity * Beranda * Ta`aruf Mujahidah Pendamba Syahid Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah, KUNCI Pembebasan Al AQSHA Maret

    saya ingin bertanya:
    1 apa yang membedakan sistem tarbiyah jama’ah muslimin dengan sistem tarbiyah ikhwanul muslimin ?

    2. mengapa jama’ah muslimin tidak berpolotik bukankah rosul dalam berdakwah itu di menggunakan politik ( strategi)

    3. apa pandangan ikhwan-ikhwan jamaah muslimin tentang golput ?

  • saya siap memberikan jiwa dan raga kita untuk berjihad merebut al-aqsha,
    karena darah dan nyawa kami hanya untuk al-aqsha..
    al-aqsha hak muslimin (hakkuna)
    Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: