Isu di Balik Aliran-Aliran Sesat Proyek Zionis Memecahbelah Umat Islam

Published 29 Maret 2008 by syifasalsabila
Isu di Balik Aliran-Aliran Sesat
Proyek Zionis Memecahbelah Umat Islam

Oleh : Ali Farkhan Tsani *

Pendahuluan

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, Prof Dr Abdullah Syah, MA meminta umat Islam mewaspadai aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah karena aliran itu dinilai sesat, yaitu melanggar ajaran Islam. Di tingkat nasional, Ketua MUI KH Ma`ruf Amin mengeluarkan fatwa bahwa aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah sesat, dan meminta pemerintah melarang penyebaran paham baru tersebut serta menindak tegas pemimpinnya. Aliran ini dinilai terlarang oleh Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Sebelumnya MUI juga telah mengeluarkan fatwa adanya aliran-aliran yang dianggap menyesatkan antara lain : Islam Jama’ah, Ahmadiyah, Inkar Sunah, Qur’an Suci, Shalat Dua Bahasa, Islam Liberal, dan Lia Eden. Selain aliran yang bergerak di level nasional, masih banyak yang bergerak di tingkat lokal.
Seperti adanya ajaran ‘Soul Training’ yang terjadi dalam skala lokal di kawasan Medan, Sumatera Utara. Sehingga membuat MUI Sumut, mengeluarkan fatwa melarang suatu ajaran tersebut. MUI Sumut menilai ajaran Soul Training dianggap sesat dan menyesatkan, sebab telah merusak akidah Islam, kata Lamudin Nasution, Ketua Komisi Fatwa MUI Sumut. Ia menunjuk ajaran yang sudah muncul sejak 1950-an ini, menyebut Nabi Muhammad SAW tidak mewariskan apa-apa kepada umatnya kecuali Al-Quran saja. Ajaran ini bahkan diindikasikan sebagai bangkitnya kembali ajaran komunisme.
Ada lagi fatwa MUI Sumut yang juga telah melarang kegiatan aliran pluralisme Babu Ridho yang meyakini Allah SWT memberikan surga kepada setiap orang yang ikhlas tanpa membedakan agama yang dianutnya. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengkalim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.
Tentang pluralisme seperi ini, tahun 2005 MUI telah memberikan fatwa, umat Islam haram mengikuti paham pluralisme, sekularisme dan liberalisme agama. Dalam masalah aqidah dan ibadah, haram mencampuradukkan akidah dan ibadah umat Islam dengan akidah dan ibadah pemeluk agama lain.
Memang, sejak kran reformasi toleransi kebebasan beragama dan berkeyakinan berdalih Hak Asasi Manusia (HAM) mengalir deras, aliran-aliran sesat dan menyesatkan semakin menjamur di negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia ini. Menurut hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Agama Republik Indonesia (Balitbang), lebih dari 300 aliran kepercayaan yang “mengaku” mempunyai afiliasi hubungan dengan agama Islam ada di Indonesia ini. Jumlah ini diyakini bakal terus berkembang dari waktu ke waktu.

Isu Toleransi Beragama

Isu toleransi atas dasar kebebasan bagi setiap orang untuk memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, serta kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya, aliran tersebut tumbuh. Acuan utamanya adalah Deklarasi PBB bagi Penghapusan Bentuk-bentuk intoleran dan Diskriminasi Berdasarkan Agama dan Keyakinan (Declaration on the Elimination of All Forms of Intolerance and of Discrimination Based on Religion or Belief).
Tentang hal ini, pemerintah melalui Departemen Agama (Depag) menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap semua aliran yang menyimpang atau sesat seperti Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Sebagai instansi pemerintah (Depag) bertanggung jawab membina setiap warga agar menempuh ajaran yang benar dalam kehidupan beragama dan berbangsa, kata Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Depag, Nasaruddin Umar.
Meski begitu, kata dia, Direktorat Jenderal Bimas Islam akan tetap melakukan penyadaran kepada para penganut aliran sesat. Karena bisa saja mereka masuk sebuah aliran karena ketidaktahuan atau sebagainya. Upaya itu dilakukan melalui pendekatan terpadu, baik dakwah maupun hukum.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menyatakan, Islam memang memberikan toleransi terhadap para penganutnya dalam memandang suatu perbedaan, seperti toleransi terhadap cara pandang. Namun untuk masalah dalam akidah, tidak ada toleransi. Menurut Dien, aliran Al-Qidayah dan sejenisnya merupakan aliran yang tidak bisa mendapat toleransi, karena berkaitan dengan sesuatu yang mendasar.
Din menegaskan, Islam menghargai perbedaan selama perbedaan tersebut seputar persoalan-persoalan yang khilafiah. Perbedaan yang menyangkut hal-hal bersifat cabang atau disebut khilafiah, ada toleransi. Tapi kalau sudah menyentuh dasar keyakinan, tidak ada toleransi, tegas guru besar Pemikiran Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
Din mengatakan, pihaknya menghargai kebebasan beragama. Namun bukan berarti kebebasan itu bisa dipakai seenaknya. “Bukan berarti bisa mencederai. Apalagi secara sengaja merusak ajaran yang sudah baku. Agama manapun tidak akan setuju,” imbuh Din
Menurut Din, munculnya aliran-aliran sesat merupakan dampak dari era kebebasan yang tidak terbatas serta dakwah Islamiyah yang tidak komprehensif. Akibatnya banyak masyarakat awam yang mudah terjebak dengan aliran-aliran sesat yang seringkali mengatasnamakan Islam.
Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi menyatakan, aliran-aliran semacam ini justru melecehkan terhadap agama Islam, tapi juga merusak agama Islam, karena tidak percaya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Isu Pemurtadan

Aliran-aliran sesat sejenis itu bermunculan dengan nama yang berbeda-beda, meskipun secara substansi sama. Yakni, aliran yang pemimpinnya mengaku mendapatkan wahyu dari Allah SubhanahuWa Ta’ala. Sehingga mengklaim dirinya menjadi nabi atau memiliki nabi sendiri sesudah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, menyebut dirinya sebagai Isa Al-Masih, mengaku mampu berkomunikasi dengan Malaikat Jibril, menyatakan bahwa sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak perlu, cukup dengan kitab suci Al-Quran saja, dan mendakwahkan ajaran-ajaran lainnya yang bertentangan dengan kandungan Al-Quran itu sendiri maupun sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Dalam praktik ibadah, aliran-aliran tersebut juga berani menciptakan aturan dan tata cara tersendiri, yang jelas menyimpang dari aturan Islam yang sebenarnya. Misalnya, ucapan dua kalimah syahadat diganti dengan syahadah versi baru, tidak mewajibkan salat dan puasa, salat boleh menghadap ke arah mana saja, ibadah haji tidak perlu ke Makkah, cukup di tempatnya berada, dan sebagainya yang menyesatkan.
Masalah-masalah tersebut sesungguhnya sudah masuk pada masalah qath‘i dan pasti, yang apabila orang berpendapat lain, dapat dianggap murtad dan kufur. Seperti mengaku menjadi nabi dan rasul utusan Allah. Padahal Alquran secara tegas menyatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah Nabi dan Rasul yang terakhir.

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Artinya : “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. Al-Ahzab / 33 : 40).

Adapun hujatan yang menyatakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melakukan kesalahan yang bertentangan dengan firman Allah, sehingga menyebabkan mereka tidak memakai Sunnah Nabi-Nya, itupun tidak benar. Sebab, segala perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam mendakwahkan Al-Islam itu sendiri tidak pernah terlepas dari bimbingan Allah.

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى () إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى ()

Artinya : “dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Q.S. An-Najm : 3-4).

Begitu juga dengan agama Islam yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam merupakan ketentuan Allah yang telah sempurna dan tidak ada kekurangan sedikitpun.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Artinya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Q.S Al-Maidah / 5 : 3).

Isu Hak Asasi Manusia

Jika para pendiri aliran tersebut mempunyai agama sendiri selain Islam, yang meyakini dirinya adalah nabi atau mempunyai nabi sendiri, itu adalah hak asasinya, dan umat Islam tidak akan terhina dan marah atas keyakinanya. Begitu juga jika menolak atau tidak mempercayai Islam, sama sekali tidak akan merugikan umat Islam.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan di dalam firman-Nya :

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

Artinya : Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Q.S. Al-Kahfi : 29).

Tapi manakala mereka mengakui Islam sebagai agamanya dan Al-Quran sebagai kitab sucinya, tetapi tidak mengakui Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai Rasul terakhir utusan-Nya, sebagai uswah dan qudwahnya. Bahkan mengklaim ada nabi lain atau malah mendeklarasikan dirinya sebagai nabi tusan Allah. Maka, dengan logika dan dalih apakah melarang umat Islam tidak “marah” jika syariat Islam dirusak, akidahnya disesatkan dan tatacara ibadahnya diselewengkan?
Jika demikian, maka isu toleransi kebebasan beragama dan berkeyakinan berdalih HAM yang sering digembar-gemborkan terhadap aliran-aliran dan paham sesat mereka yang jelas-jelas merusak kesucian dan kehormatan Islam, tidak tepat untuk dikembangkan. Karena pemikiran liberal tersebut jelas-jelas berbeda dengan masalah yang bersifat qath’i (jelas), bukan hanya sesat, tetapi juga menyesatkan, berbahaya, merusak, dan menyebabkan peluang desintegrasi umat Islam, melemahkan sendi-sendi ukhuwah Islamiyah, rentan dengan isu adu domba, hingga membuka celah perilaku anarkhis dan kriminal antarumat Islam.

Isu Perpecahan Umat

Menurut pengamatan ulama dan cendekiawan muslim disebutkan bahwa aliran semacam itu tidak muncul dengan tiba-tiba, namun terjadi berulang-ulang. Baik dalam skala nasional maupun lokal yang lebih-lebih kurang terdeteksi dan sangat berpotensi menimbulkan perpecahan internal umat Islam. Seperti disampaikan oleh Ketua Forum Umat Islam (FUI) Mashadi yang mengungkapkan bahwa bermunculannya aliran-aliran yang menyimpang dari ajaran Islam merupakan bagian dari upaya sistematis kelompok-kelompok tertentu yang menginginkan perpecahan di kalangan internal umat Islam.
FUI mengecam penggunaan nama-nama berbau Islam oleh kelompok-kelompok yang sebenarnya sangat menyimpang dari ajaran Al-Quran dan As-Sunnah. Karena hal tersebut hanya memojokkan dan menegatifkan citra Islam yang rahmatan lil alamin.
Sama halnya dengan dimunculkannya istilah ’Jamaah Islamiyah‘ sebagai kelompok teroris. Sehingga dengan istilah tersebut, kelompok-kelompok (jamaah-jamaah) umat Islam distigmatisasi dan dicap negatif. Padahal istilah jamaah merupakan istilah bagi kesatuan umat. Maka dapat dikatakan bahwa stigmatisasi istilah tersebut ditujukan untuk mencegah kesatuan umat dan agar umat menjauhi kelompok-kelompok yang memperjuangkan kesatuan umat dan penegakkan syariah Islam.
Ketua MUI Ihwan Syam mengatakan, selain aliran yang bergerak di level nasional, masih banyak yang bergerak di tingkat lokal. Karena itu, MUI meminta meminta intelejen Kejaksaaan Agung selaku pengawas aliran kepercayaan masyarakat, lebih proaktif mengkaji kemungkinan-kemungkinan munculnya aliran sesat. Karena aliran sesat tidak muncul dengan tiba-tiba,dan tidak sekali datang, tetapi terencana serta terjadi berulang-ulang. Baik dalam skala nasional, maupun lokal yang lebih-lebih kurang terdeteksi, yang berpotensi menimbulkan perpecahan internal umat Islam.

Proyek Zionis

Dalam Tabloid Intelijen Nomor 19 Th. IV / 2007 tanggal 8-21 November 2007, diungapkan laporan berjudul “Mossad Dalang Aliran Sesat”. Disebutkan, kemunculan aliran sesat ditengarai sebagai bagian operasi intelijen Yahudi Mossad, dengan menggunakan tameng Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi.
Untuk mewujudkan tujuannya, Mossad memakai agen lokal yang sudah mendapat latihan intelijen. Sehingga aliran-aliran tersebut didukung oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) proasing yang menyuarakan HAM, demokrasi, dan kebebasan.
Pengamat Intelijen AC Manullang mengemukakan, munculnya berbagai kelompok aliran sesat yang ada tidak lepas dari operasi intelijen untuk tujuan politik. Hal ini merupakan strategi AS. AS melihat Islam di Indonesia sebagai kekuatan yang potensial membahayakan AS. AS berharap, kekuatan kelompok Islam akan habis menghadapi berbagai aliran sesat. Di belakang kelompok ini ada jaringan Mossad Yahudi. Cara-cara yang dipakai untuk merekrut anggotanya mirip operasi intlijen.
Hamka Hendra Noor, salah seorang Pengamat Politik Islam mengungkapkan, aliran sesat merupakan skenario hancurkan gerakan Islam. Menurut Hamka Hendra, sekarang yang lebih ditekankan adalah munculnya berbagai macam kelompok aliran sesat. Targetnya adalah melemahkan umat Islam.
Aliran sesat seperti ini mendapat perlindungan dan simpati dari beberapa tokoh Islam terpandang. Inilah yang membuat kekuatan umat Islam terkuras, karena selain mendapat musuh dari luar, umat Islam juga mendapat rongrongan dari dalam.
Direktur intelejen Amerika Serikat (AS) CIA George Tenet, dalam buku “CIA at War” mengaku bahwa AS memiliki program membeli ulama, tokoh-tokoh, dan pemimpin Islam untuk menciptakan perpecahan dalam waktu yang pendek.
Pengasuh Pesantren Assiddiqiyyah KH Nur Muhammad Iskandar SQ mensinyalir, fenomena maraknya faham keagamaan yang menyimpang merupakan konspirasi Yahudi dan AS untuk menghancurkan Islam. Pernyataan Nur Iskandar itu didasari pada rentetan aktivitas alirn sesat yang terlihat dengan pola gerakan yang hampir sama.
Skenario panjang itu digambarkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama KH Hasyim Muzadi, sebagaimana maraknya ajaran sesat menjelang Gerakan Komunis 30 September 1965.
Senada dengan hal itu, KH Said Aqil Siroj juga menengarai, munculnya sejumlah aliran sesat yang marak belakangan ini bukan murni persoalan agama atau perbedaan penafsiran terhadap agama.
Melainkan merupakan ulah dan rekayasa intelijen asing, khususnya intelijen negara-negara Barat. Big design itu, ditunjukkan dengan adanya upaya untuk mempersoalkan masalah-masalah utama, yakni keberadaan nabi terakhir, shalat wajib, zakat, dan haji.
Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Achmad Satori Ismail juga berpendapat sama, didasari atas temuan MUI, bahwa maraknya aliran sesat yang muncul akhir-akhir ini tak lain adalah campur tangan asing. Kesimpulan MUI itu diperoleh dari temuan adanya pemimpin aliran yang tidak dapat membaca Al-Quran.

Sikap Umat Islam

Penyebutan aliran sesat dan menyesatkan karena sesungguhnya sudah masuk pada masalah qath’i (jelas) dan pasti, yang apabila orang berpendapat lain, dapat dianggap murtad dan kufur. Seperti mengaku menjadi nabi utusan Allah.
Padahal Al-Quran secara tegas menyatakan bahwa Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah Nabi dan Rasul yang terakhir.

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Artinya : “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. Al-Ahzab / 33 : 40).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

إَنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدْ اِنْقَطَعَتْ فَلاَ رَسُوْلَ بَعْدِيْ وَلاَ نَبِيَّ

Artinya : “Sesungguhnya risalah (wahyu) dan kenabian telah terputus, maka tidak ada lagi Rasul dan Nabi sesudahku”. (H.R. Ahmad dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu).

Sikap menjauhi kekerasan, memerintahkan kebaikan, dan mencegah kemungkaran, adalah bagian dari amalan yang disyariatkan Allah. Namun, meskipun demikian, Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk bersikap keras terhadap kemungkaran dan berkasih sayang sesama mukmin.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Artinya : “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Fath / 48 : 29).

Terhadap aliran-aliran sesat yang marak jelas wajib diingkari, dan berharap agar semua kalangan umat Islam berupaya mencegah dan menghentikannya, jangan sampai tumbuh dan menyebar di masyarakat luas.
Paling pokok dari semuanya adalah agar umat Islam mengadakan introspeksi dan konsolidasi betapa pentingnya berupaya mewujudkan sentral persatuan dan kesatuan umat Islam secara terpimpin dalam wujud “jama’ah muslimin wa imaamahum”. Selama ini umat Islam jumlahnya banyak dan tersebar di berbagai penjuru negeri, tetapi mudah diadu domba, dipecah-belah, bahkan dihina-dina dan dilecehkan. Itu semua karena umat Islam hidup tanpa satu sentral kepemimpinanan (imaamah / khalifah).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengingatkan di dalam firman-Nya :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Artinya : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Q.S. Ali Imran / 3 : 103).

Rasulullah juga mengingatkan bahwa umat Islam akan mengalami apa yang beliau sebut dengan jaman “Dakhon” (kekeruhan). Kekeruhannya yakni :
Adanya orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjuk Rasulullah
Adanya orang-orang yang berperilaku bukan dari Sunnah Rasulullah dan mengambil petunjuk juga bukan dengan petunjuk Rasulullah.
Adanya da’i-da’i yang mengajak ke pintu-pintu Jahannam.
Maka, apa yang Rasulullah perintahkan kepada umat Islam apabila menemui jaman seperti itu? Rasulullah bersabda: “Tetaplah engkau pada Jama’ah Muslimin dan Imaam mereka!” Perintah menetapi Jama’ah Muslimin wa Imaamahum itu tertuang dalam hadits.
كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

Artinya : “Adalah orang-orang (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan dan adalah saya bertanya kepada Rasulullah tentang kejahatan, khawatir kejahatan itu menimpa diriku, maka saya bertanya: “Ya Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu berada di dalam Jahiliyah dan kejahatan, maka Allah mendatangkan kepada kami dengan kebaikan ini (Islam). Apakah sesudah kebaikan ini timbul kejahatan? Rasulullah menjawab: “Benar!” Saya bertanya: Apakah sesudah kejahatan itu datang kebaikan? Rasulullah menjawab: “Benar, tetapi di dalamnya ada kekeruhan (dakhon).” Saya bertanya: “Apakah kekeruhannya itu?” Rasulullah menjawab: “Yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku. (dalam riwayat Muslim) “Kaum yang berperilaku bukan dari Sunnahku dan orang-orang yang mengambil petunjuk bukan dengan petunjukku, engkau ketahui dari mereka itu dan engkau ingkari.” Aku bertanya: “Apakah sesudah kebaikan itu akan ada lagi keburukan?” Rasulullah menjawab: “Ya, yaitu adanya penyeru-penyeru yang mengajak ke pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa mengikuti ajakan mereka, maka mereka melemparkannya ke dalam Jahannam itu.” Aku bertanya: “Ya Rasulullah, tunjukkanlah sifat-sifat mereka itu kepada kami.” Rasululah menjawab: “Mereka itu dari kulit-kulit kita dan berbicara menurut lidah-lidah (bahasa) kita.” Aku bertanya: “Apakah yang eng kau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan yang demikian?” Rasulullah bersabda: “Tetaplah engkau pada Jama’ah Muslimin dan Imaam mereka !” Aku bertanya: “Jika tidak ada bagi mereka Jama’ah dan Imaam?” Rasulullah bersabda: “Hendaklah engkau keluar menjauhi firqah-firqah itu semuanya, walaupun engkau sam pai menggigit akar kayu hingga kematian menjum paimu, engkau tetap demikian.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Hudzifah bin Yaman).

Pada hadits lain disebutkan :

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ
Artinya : “Dahulu Bani Israil senantiasa dipimpin oleh para Nabi, setiap mati seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya dan sesudahku ini tidak ada lagi seorang Nabi dan akan terangkat beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak. Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami? Beliau bersabda: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama, maka untuk yang pertama dan berilah kepada mereka haknya, maka sesungguhnya Allah akan menanyakan apa yang digembalakannya.” (H.R. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al Bukhari dalam Kitab Bad’ul Khalqi : IV / 206)

Shuffah Hizbullah Cileungsi, 8 Dzulqa’dah 1428 H.
17 November 2007 M.

* Ali Farkhan Tsani, Majelis Kutab Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: