Persaingan Rahasia Antara Wanita Dunia dan Bidadari Syurga

Published 29 Desember 2007 by syifasalsabila

 

Persaingan Rahasia Antara Wanita Dunia dan Bidadari Syurga

 

 

Allah Swt telah menciptakan Adam dalam bentuk yang sempurna. Ini merupakan penghormtan terbesar yang ditujukan kepada manusia. Tidak ada tujuan dari penciptaan tersebut, kecuali agar mereka taat kepada Allah Azza Wajalla yang telah menciptakan mereka, lalu Dia pun menyempernakan penciptaan-Nya itu.

Tidaklah perintah Allah Swt kepada para malaikat untuk sujud kepada Adam, selain perwujudan bukti nyata yang menunjukkan penghormatan Allah kepada manusia yang telah diciptakan-Nya dalam bentuk seperti itu.

Orang yang menyadari bagaimana Allah telah memuliakan manusia melalui Nabi Adam, yang semua malaikat sujud kepadanya padahal dia tercipta dari tanah, adalah orang yang menyadari akan kedudukan dan nilainya di dalam dunia ini.

Dalam hal ini seorang wanita juga telah diposisikan oleh Allah pada sebuah peran yang penting, karena ia telah diciptakan dari tulang rusuk pria dan hidup di bawah kepemimpinan pria. Oleh karena itu, wajib bagi seorang wanita untuk memuliakan suaminya dan wajib pula baginya untuk menghargai pria dengan cara menghargai suaminya. Ini merupakan tugas dan tanggungjawab besar yang dibebankan pada istri terhadap suaminya.

Sungguh sebuah kebodohan jika ada wanita yang telah menyadari bahwa Allah telah memuliakan suaminya dengan cara menyuruh para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam, tetapi dia malah melakukan hal-hal yang dapat menjatuhkan nilai kemuliaan suaminya itu. Rasulullah Saw bersabda:

Sesungguhnya Allah tidak berterimakasih (maksudnya tidak senang) kepada wanita yang tidak berterimakasih kepada suaminya”

Wahai wanita muslimah, Anda tidak menyadari bahwa Allah telah menambahkan kemuliaan pada pria, yaitu ketika para bidadari turun ke langit dunia untuk mengintip para suami mereka dari bilik awan dengan penuh kerinduan. Rasulullah Saw bersabda:

Belum lagi bumi kering dari darah syahid, namun kedua istrinya dari kaum bidadari sudah menaunginya seperti dua induk unta yang menaungi anak mereka dari terik sinar matahari” (HR. Ahmad dalam Kitab Musnad).

Dalam hadist ini Rasulullah Saw ingin memberitahukan kepada wanita muslimah bahwa dia mempunyai saingan yang tangguh dari balik awan. Maka ia menyatakan perang terhadap orang yang memusuhinya. Dalam sebuah hadist Qudsi Allah berfirman:

Barang siapa yang memusuhi (menyakiti) kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang dengannya”

Allah menugaskan para bidadari syurga untuk menjunjung kemuliaan suami-suami mereka ketika para istri menyakiti para suami mereka, sekalipun sedikit.

Rasulullah Saw bersabda:

Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istri suami tersebut yang berasal dari kaum bidadari akan berkata:`Jangan sakiti dia! Semoga Allah mencelakakanmu, sebab dia berada bersamamu hanya seperti orang asing yang akan meninggalakanmu untuk menemui kami”(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Allah yang menjadikan pria sebagai raja di dalam rumah yang harus dimuliakan, tidak menyukai istri yang tidak taat dan tidak bersikap rendah diri kepada suaminya. Rasulullah Saw bersabda:

Apabila seorang suami mengajak istrinya ke pembaringan, namun istri tersebut tidak mau menurut, lalu suaminya melewati malam dengan perasaan marah, niscaya malaikat melaknat istri tersebut hingga pagi” (HR. Bukhari dan muslim)

Sungguh mulia dan terhormat suami yang mukmin disisi Allah Swt. Wanita muslimah juga wajib memperhatikan bagaimana sikapnya terhadap suami. Rasulullah pernah bersabda :

Perhatikanlah bagaimana sikapmu terhadapnya, sebab dia bisa menjadi (jalan menuju) syurgamu dan nerakamu” (HR. Ahmad dan Hakim)

Betapa kaum wanita muslimah berada dalam bahaya besar bila dia bersikap terhadap suaminya dengan sikap yang bisa menjerumuskannya ke dalam api neraka. Betapa kaum wanita muslimah berada dalam keadaan celaka bila dia bersikap jahat kepada suaminya. Betapa wanita muslimah berada dalam kerugian bila dia menghinakan dan lalai terhadap suaminya.

Tidaklah pantas bila kemudian bidadari syurga merebutnya dari wanita dunia. Tidaklah pantas bila kemudian bidadari syurga berucap:”Semoga Allah mencelakakanmu! jangan sakiti dia! Dia berada bersamamu hanya seperti orang asing yang akan meninggalkanmu untuk menemui kami”.

Mudah-mudahan kita termasuk muslimah yang senantisa memuliakan para suami kita, karena dialah yang menjadi sebab jalan menuju neraka atau syurga kita kelak. Wallahu A`lam Bish shawab.

(Disarikan dari buku : “Bidadari Syurga, Agar Engkau Lebih Mulia dari Padanya”, karangan I`tisham Ahmad Sharraf)

 

Allah Swt telah menciptakan Adam dalam bentuk yang sempurna. Ini merupakan penghormtan terbesar yang ditujukan kepada manusia. Tidak ada tujuan dari penciptaan tersebut, kecuali agar mereka taat kepada Allah Azza Wajalla yang telah menciptakan mereka, lalu Dia pun menyempernakan penciptaan-Nya itu.

Tidaklah perintah Allah Swt kepada para malaikat untuk sujud kepada Adam, selain perwujudan bukti nyata yang menunjukkan penghormatan Allah kepada manusia yang telah diciptakan-Nya dalam bentuk seperti itu.

Orang yang menyadari bagaimana Allah telah memuliakan manusia melalui Nabi Adam, yang semua malaikat sujud kepadanya padahal dia tercipta dari tanah, adalah orang yang menyadari akan kedudukan dan nilainya di dalam dunia ini.

Dalam hal ini seorang wanita juga telah diposisikan oleh Allah pada sebuah peran yang penting, karena ia telah diciptakan dari tulang rusuk pria dan hidup di bawah kepemimpinan pria. Oleh karena itu, wajib bagi seorang wanita untuk memuliakan suaminya dan wajib pula baginya untuk menghargai pria dengan cara menghargai suaminya. Ini merupakan tugas dan tanggungjawab besar yang dibebankan pada istri terhadap suaminya.

Sungguh sebuah kebodohan jika ada wanita yang telah menyadari bahwa Allah telah memuliakan suaminya dengan cara menyuruh para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam, tetapi dia malah melakukan hal-hal yang dapat menjatuhkan nilai kemuliaan suaminya itu. Rasulullah Saw bersabda:

Sesungguhnya Allah tidak berterimakasih (maksudnya tidak senang) kepada wanita yang tidak berterimakasih kepada suaminya”

Wahai wanita muslimah, Anda tidak menyadari bahwa Allah telah menambahkan kemuliaan pada pria, yaitu ketika para bidadari turun ke langit dunia untuk mengintip para suami mereka dari bilik awan dengan penuh kerinduan. Rasulullah Saw bersabda:

Belum lagi bumi kering dari darah syahid, namun kedua istrinya dari kaum bidadari sudah menaunginya seperti dua induk unta yang menaungi anak mereka dari terik sinar matahari” (HR. Ahmad dalam Kitab Musnad).

Dalam hadist ini Rasulullah Saw ingin memberitahukan kepada wanita muslimah bahwa dia mempunyai saingan yang tangguh dari balik awan. Maka ia menyatakan perang terhadap orang yang memusuhinya. Dalam sebuah hadist Qudsi Allah berfirman:

Barang siapa yang memusuhi (menyakiti) kekasih-Ku, maka Aku menyatakan perang dengannya”

Allah menugaskan para bidadari syurga untuk menjunjung kemuliaan suami-suami mereka ketika para istri menyakiti para suami mereka, sekalipun sedikit.

Rasulullah Saw bersabda:

Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, melainkan istri suami tersebut yang berasal dari kaum bidadari akan berkata:`Jangan sakiti dia! Semoga Allah mencelakakanmu, sebab dia berada bersamamu hanya seperti orang asing yang akan meninggalakanmu untuk menemui kami”(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Allah yang menjadikan pria sebagai raja di dalam rumah yang harus dimuliakan, tidak menyukai istri yang tidak taat dan tidak bersikap rendah diri kepada suaminya. Rasulullah Saw bersabda:

Apabila seorang suami mengajak istrinya ke pembaringan, namun istri tersebut tidak mau menurut, lalu suaminya melewati malam dengan perasaan marah, niscaya malaikat melaknat istri tersebut hingga pagi” (HR. Bukhari dan muslim)

Sungguh mulia dan terhormat suami yang mukmin disisi Allah Swt. Wanita muslimah juga wajib memperhatikan bagaimana sikapnya terhadap suami. Rasulullah pernah bersabda :

Perhatikanlah bagaimana sikapmu terhadapnya, sebab dia bisa menjadi (jalan menuju) syurgamu dan nerakamu” (HR. Ahmad dan Hakim)

Betapa kaum wanita muslimah berada dalam bahaya besar bila dia bersikap terhadap suaminya dengan sikap yang bisa menjerumuskannya ke dalam api neraka. Betapa kaum wanita muslimah berada dalam keadaan celaka bila dia bersikap jahat kepada suaminya. Betapa wanita muslimah berada dalam kerugian bila dia menghinakan dan lalai terhadap suaminya.

Tidaklah pantas bila kemudian bidadari syurga merebutnya dari wanita dunia. Tidaklah pantas bila kemudian bidadari syurga berucap:”Semoga Allah mencelakakanmu! jangan sakiti dia! Dia berada bersamamu hanya seperti orang asing yang akan meninggalkanmu untuk menemui kami”.

Mudah-mudahan kita termasuk muslimah yang senantisa memuliakan para suami kita, karena dialah yang menjadi sebab jalan menuju neraka atau syurga kita kelak. Wallahu A`lam Bish shawab.

(Disarikan dari buku : “Bidadari Syurga, Agar Engkau Lebih Mulia dari Padanya”, karangan I`tisham Ahmad Sharraf)

 

2 comments on “Persaingan Rahasia Antara Wanita Dunia dan Bidadari Syurga

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: