<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mujahidah Pendamba Syahid</title>
	<atom:link href="http://syifasalsabila.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syifasalsabila.wordpress.com</link>
	<description>`Aisy Azizan au Mut Syahidan ...... Hidup Mulia Atau Mati dalam Kesyahidan!!!!</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 09:42:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='syifasalsabila.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mujahidah Pendamba Syahid</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://syifasalsabila.wordpress.com/osd.xml" title="Mujahidah Pendamba Syahid" />
	<atom:link rel='hub' href='http://syifasalsabila.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HUKUM CADAR MENURUT EMPAT MADZHAB</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/11/30/hukum-cadar-menurut-empat-madzhab/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/11/30/hukum-cadar-menurut-empat-madzhab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 04:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqhun Nisa]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Wanita bercadar seringkali diidentikkan dengan orang arab atau timur-tengah. Padahal memakai cadar atau menutup wajah bagi wanita adalah ajaran Islam yang didasari dalil-dalil Al Qur’an, hadits-hadits shahih serta penerapan para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam serta para ulama yang mengikuti mereka. Sehingga tidak benar anggapan bahwa hal tersebut merupakan sekedar budaya timur-tengah. Berikut ini sengaja kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=251&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/11/216876_208814202504164_123351971050388_618961_7410232_s.jpg"><img class="alignleft  wp-image-252" title="216876_208814202504164_123351971050388_618961_7410232_s" src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/11/216876_208814202504164_123351971050388_618961_7410232_s.jpg?w=276&#038;h=250" alt="" width="276" height="250" /></a>Wanita bercadar seringkali diidentikkan dengan orang arab atau timur-tengah. Padahal memakai cadar atau menutup wajah bagi wanita adalah ajaran Islam yang didasari dalil-dalil Al Qur’an, hadits-hadits shahih serta penerapan para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam serta para ulama yang mengikuti mereka. Sehingga tidak benar anggapan bahwa hal tersebut merupakan sekedar budaya timur-tengah.</p>
<p>Berikut ini sengaja kami bawakan pendapat-pendapat para ulama madzhab, tanpa menyebutkan pendalilan mereka, untuk membuktikan bahwa pembahasan ini tertera dan dibahas secara gamblang dalam kitab-kitab fiqih 4 madzhab. Lebih lagi, ulama 4 madzhab semuanya menganjurkan wanita muslimah untuk memakai cadar, bahkan sebagiannya sampai kepada anjuran wajib. Beberapa penukilan yang disebutkan di sini hanya secuil saja, karena masih banyak lagi penjelasan-penjelasan serupa dari para ulama madzhab.</p>
<p>Madzhab Hanafi</p>
<p>Pendapat madzhab Hanafi, wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.</p>
<p>* Asy Syaranbalali berkata:</p>
<p>وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها باطنهما وظاهرهما في الأصح ، وهو المختار</p>
<p>“Seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan dalam serta telapak tangan luar, ini pendapat yang lebih shahih dan merupakan pilihan madzhab kami“ (Matan Nuurul Iidhah)</p>
<p>* Al Imam Muhammad ‘Alaa-uddin berkata:</p>
<p>وجميع بدن الحرة عورة إلا وجهها وكفيها ، وقدميها في رواية ، وكذا صوتها، وليس بعورة على الأشبه ، وإنما يؤدي إلى الفتنة ، ولذا تمنع من كشف وجهها بين الرجال للفتنة</p>
<p>“Seluruh badan wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan dalam. Dalam suatu riwayat, juga telapak tangan luar. Demikian juga suaranya. Namun bukan aurat jika dihadapan sesama wanita. Jika cenderung menimbulkan fitnah, dilarang menampakkan wajahnya di hadapan para lelaki” (Ad Durr Al Muntaqa, 81)</p>
<p>* Al Allamah Al Hashkafi berkata:</p>
<p>والمرأة كالرجل ، لكنها تكشف وجهها لا رأسها ، ولو سَدَلَت شيئًا عليه وَجَافَتهُ جاز ، بل يندب</p>
<p>“Aurat wanita dalam shalat itu seperti aurat lelaki. Namun wajah wanita itu dibuka sedangkan kepalanya tidak. Andai seorang wanita memakai sesuatu di wajahnya atau menutupnya, boleh, bahkan dianjurkan” (Ad Durr Al Mukhtar, 2/189)<span id="more-251"></span></p>
<p>* Al Allamah Ibnu Abidin berkata:</p>
<p>تُمنَعُ من الكشف لخوف أن يرى الرجال وجهها فتقع الفتنة ، لأنه مع الكشف قد يقع النظر إليها بشهوة</p>
<p>“Terlarang bagi wanita menampakan wajahnya karena khawatir akan dilihat oleh para lelaki, kemudian timbullah fitnah. Karena jika wajah dinampakkan, terkadang lelaki melihatnya dengan syahwat” (Hasyiah ‘Alad Durr Al Mukhtaar, 3/188-189)</p>
<p>* Al Allamah Ibnu Najiim berkata:</p>
<p>قال مشايخنا : تمنع المرأة الشابة من كشف وجهها بين الرجال في زماننا للفتنة</p>
<p>“Para ulama madzhab kami berkata bahwa terlarang bagi wanita muda untuk menampakkan wajahnya di hadapan para lelaki di zaman kita ini, karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah” (Al Bahr Ar Raaiq, 284)</p>
<p>Beliau berkata demikian di zaman beliau, yaitu beliau wafat pada tahun 970 H, bagaimana dengan zaman kita sekarang?</p>
<p>Madzhab Maliki</p>
<p>Mazhab Maliki berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat.</p>
<p>* Az Zarqaani berkata:</p>
<p>وعورة الحرة مع رجل أجنبي مسلم غير الوجه والكفين من جميع جسدها ، حتى دلاليها وقصَّتها . وأما الوجه والكفان ظاهرهما وباطنهما ، فله رؤيتهما مكشوفين ولو شابة بلا عذر من شهادة أو طب ، إلا لخوف فتنة أو قصد لذة فيحرم ، كنظر لأمرد ، كما للفاكهاني والقلشاني</p>
<p>“Aurat wanita di depan lelaki muslim ajnabi adalah seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan. Bahkan suara indahnya juga aurat. Sedangkan wajah, telapak tangan luar dan dalam, boleh dinampakkan dan dilihat oleh laki-laki walaupun wanita tersebut masih muda baik sekedar melihat ataupun untuk tujuan pengobatan. Kecuali jika khawatir timbul fitnah atau lelaki melihat wanita untuk berlezat-lezat, maka hukumnya haram, sebagaimana haramnya melihat amraad. Hal ini juga diungkapkan oleh Al Faakihaani dan Al Qalsyaani” (Syarh Mukhtashar Khalil, 176)</p>
<p>* Ibnul Arabi berkata:</p>
<p>والمرأة كلها عورة ، بدنها ، وصوتها ، فلا يجوز كشف ذلك إلا لضرورة ، أو لحاجة ، كالشهادة عليها ، أو داء يكون ببدنها ، أو سؤالها عما يَعنُّ ويعرض عندها</p>
<p>“Wanita itu seluruhnya adalah aurat. Baik badannya maupun suaranya. Tidak boleh menampakkan wajahnya kecuali darurat atau ada kebutuhan mendesak seperti persaksian atau pengobatan pada badannya, atau kita dipertanyakan apakah ia adalah orang yang dimaksud (dalam sebuah persoalan)” (Ahkaamul Qur’an, 3/1579)</p>
<p>* Al Qurthubi berkata:</p>
<p>قال ابن خُويز منداد ــ وهو من كبار علماء المالكية ـ : إن المرأة اذا كانت جميلة وخيف من وجهها وكفيها الفتنة ، فعليها ستر ذلك ؛ وإن كانت عجوزًا أو مقبحة جاز أن تكشف وجهها وكفيها</p>
<p>“Ibnu Juwaiz Mandad – ia adalah ulama besar Maliki – berkata: Jika seorang wanita itu cantik dan khawatir wajahnya dan telapak tangannya menimbulkan fitnah, hendaknya ia menutup wajahnya. Jika ia wanita tua atau wajahnya jelek, boleh baginya menampakkan wajahnya” (Tafsir Al Qurthubi, 12/229)</p>
<p>* Al Hathab berkata:</p>
<p>واعلم أنه إن خُشي من المرأة الفتنة يجب عليها ستر الوجه والكفين . قاله القاضي عبد الوهاب ، ونقله عنه الشيخ أحمد زرّوق في شرح الرسالة ، وهو ظاهر التوضيح</p>
<p>“Ketahuilah, jika dikhawatirkan terjadi fitnah maka wanita wajib menutup wajah dan telapak tangannya. Ini dikatakan oleh Al Qadhi Abdul Wahhab, juga dinukil oleh Syaikh Ahmad Zarruq dalam Syarhur Risaalah. Dan inilah pendapat yang lebih tepat” (Mawahib Jaliil, 499)</p>
<p>* Al Allamah Al Banaani, menjelaskan pendapat Az Zarqani di atas:</p>
<p>وهو الذي لابن مرزوق في اغتنام الفرصة قائلًا : إنه مشهور المذهب ، ونقل الحطاب أيضًا الوجوب عن القاضي عبد الوهاب ، أو لا يجب عليها ذلك ، وإنما على الرجل غض بصره ، وهو مقتضى نقل مَوَّاق عن عياض . وفصَّل الشيخ زروق في شرح الوغليسية بين الجميلة فيجب عليها ، وغيرها فيُستحب</p>
<p>“Pendapat tersebut juga dikatakan oleh Ibnu Marzuuq dalam kitab Ightimamul Furshah, ia berkata: ‘Inilah pendapat yang masyhur dalam madzhab Maliki’. Al Hathab juga menukil perkataan Al Qadhi Abdul Wahhab bahwa hukumnya wajib. Sebagian ulama Maliki menyebutkan pendapat bahwa hukumnya tidak wajib namun laki-laki wajib menundukkan pandangannya. Pendapat ini dinukil Mawwaq dari Iyadh. Syaikh Zarruq dalam kitab Syarhul Waghlisiyyah merinci, jika cantik maka wajib, jika tidak cantik maka sunnah” (Hasyiyah ‘Ala Syarh Az Zarqaani, 176)</p>
<p>Madzhab Syafi’i</p>
<p>Pendapat madzhab Syafi’i, aurat wanita di depan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita memakai cadar di hadapan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu’tamad madzhab Syafi’i.</p>
<p>* Asy Syarwani berkata:</p>
<p>إن لها ثلاث عورات : عورة في الصلاة ، وهو ما تقدم ـ أي كل بدنها ما سوى الوجه والكفين . وعورة بالنسبة لنظر الأجانب إليها : جميع بدنها حتى الوجه والكفين على المعتمد وعورة في الخلوة وعند المحارم : كعورة الرجل »اهـ ـ أي ما بين السرة والركبة ـ</p>
<p>“Wanita memiliki tiga jenis aurat, (1) aurat dalam shalat -sebagaimana telah dijelaskan- yaitu seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan, (2) aurat terhadap pandangan lelaki ajnabi, yaitu seluruh tubuh termasuk wajah dan telapak tangan, menurut pendapat yang mu’tamad, (3) aurat ketika berdua bersama yang mahram, sama seperti laki-laki, yaitu antara pusar dan paha” (Hasyiah Asy Syarwani ‘Ala Tuhfatul Muhtaaj, 2/112)</p>
<p>* Syaikh Sulaiman Al Jamal berkata:</p>
<p>غير وجه وكفين : وهذه عورتها في الصلاة . وأما عورتها عند النساء المسلمات مطلقًا وعند الرجال المحارم ، فما بين السرة والركبة . وأما عند الرجال الأجانب فجميع البدن</p>
<p>“Maksud perkataan An Nawawi ‘aurat wanita adalah selain wajah dan telapak tangan’, ini adalah aurat di dalam shalat. Adapun aurat wanita muslimah secara mutlak di hadapan lelaki yang masih mahram adalah antara pusar hingga paha. Sedangkan di hadapan lelaki yang bukan mahram adalah seluruh badan” (Hasyiatul Jamal Ala’ Syarh Al Minhaj, 411)</p>
<p>* Syaikh Muhammad bin Qaasim Al Ghazzi, penulis Fathul Qaarib, berkata:</p>
<p>وجميع بدن المرأة الحرة عورة إلا وجهها وكفيها ، وهذه عورتها في الصلاة ، أما خارج الصلاة فعورتها جميع بدنها</p>
<p>“Seluruh badan wanita selain wajah dan telapak tangan adalah aurat. Ini aurat di dalam shalat. Adapun di luar shalat, aurat wanita adalah seluruh badan” (Fathul Qaarib, 19)</p>
<p>* Ibnu Qaasim Al Abadi berkata:</p>
<p>فيجب ما ستر من الأنثى ولو رقيقة ما عدا الوجه والكفين . ووجوب سترهما في الحياة ليس لكونهما عورة ، بل لخوف الفتنة غالبًا</p>
<p>“Wajib bagi wanita menutup seluruh tubuh selain wajah telapak tangan, walaupun penutupnya tipis. Dan wajib pula menutup wajah dan telapak tangan, bukan karena keduanya adalah aurat, namun karena secara umum keduanya cenderung menimbulkan fitnah” (Hasyiah Ibnu Qaasim ‘Ala Tuhfatul Muhtaaj, 3/115)</p>
<p>* Taqiyuddin Al Hushni, penulis Kifaayatul Akhyaar, berkata:</p>
<p>ويُكره أن يصلي في ثوب فيه صورة وتمثيل ، والمرأة متنقّبة إلا أن تكون في مسجد وهناك أجانب لا يحترزون عن النظر ، فإن خيف من النظر إليها ما يجر إلى الفساد حرم عليها رفع النقاب</p>
<p>“Makruh hukumnya shalat dengan memakai pakaian yang bergambar atau lukisan. Makruh pula wanita memakai niqab (cadar) ketika shalat. Kecuali jika di masjid kondisinya sulit terjaga dari pandnagan lelaki ajnabi. Jika wanita khawatir dipandang oleh lelaki ajnabi sehingga menimbulkan kerusakan, haram hukumnya melepaskan niqab (cadar)” (Kifaayatul Akhyaar, 181)</p>
<p>Madzhab Hambali</p>
<p>* Imam Ahmad bin Hambal berkata:</p>
<p>كل شيء منها ــ أي من المرأة الحرة ــ عورة حتى الظفر</p>
<p>“Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya” (Dinukil dalam Zaadul Masiir, 6/31)</p>
<p>* Syaikh Abdullah bin Abdil Aziz Al ‘Anqaari, penulis Raudhul Murbi’, berkata:</p>
<p>« وكل الحرة البالغة عورة حتى ذوائبها ، صرح به في الرعاية . اهـ إلا وجهها فليس عورة في الصلاة . وأما خارجها فكلها عورة حتى وجهها بالنسبة إلى الرجل والخنثى وبالنسبة إلى مثلها عورتها ما بين السرة إلى الركبة</p>
<p>“Setiap bagian tubuh wanita yang baligh adalah aurat, termasuk pula sudut kepalanya. Pendapat ini telah dijelaskan dalam kitab Ar Ri’ayah… kecuali wajah, karena wajah bukanlah aurat di dalam shalat. Adapun di luar shalat, semua bagian tubuh adalah aurat, termasuk pula wajahnya jika di hadapan lelaki atau di hadapan banci. Jika di hadapan sesama wanita, auratnya antara pusar hingga paha” (Raudhul Murbi’, 140)</p>
<p>* Ibnu Muflih berkata:</p>
<p>« قال أحمد : ولا تبدي زينتها إلا لمن في الآية ونقل أبو طالب :ظفرها عورة ، فإذا خرجت فلا تبين شيئًا ، ولا خُفَّها ، فإنه يصف القدم ، وأحبُّ إليَّ أن تجعل لكـمّها زرًا عند يدها</p>
<p>“Imam Ahmad berkata: ‘Maksud ayat tersebut adalah, janganlah mereka (wanita) menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada orang yang disebutkan di dalam ayat‘. Abu Thalib menukil penjelasan dari beliau (Imam Ahmad): ‘Kuku wanita termasuk aurat. Jika mereka keluar, tidak boleh menampakkan apapun bahkan khuf (semacam kaus kaki), karena khuf itu masih menampakkan lekuk kaki. Dan aku lebih suka jika mereka membuat semacam kancing tekan di bagian tangan’” (Al Furu’, 601-602)</p>
<p>* Syaikh Manshur bin Yunus bin Idris Al Bahuti, ketika menjelaskan matan Al Iqna’ , ia berkata:</p>
<p>« وهما » أي : الكفان . « والوجه » من الحرة البالغة « عورة خارجها » أي الصلاة « باعتبار النظر كبقية بدنها »</p>
<p>“’Keduanya, yaitu dua telapak tangan dan wajah adalah aurat di luar shalat karena adanya pandangan, sama seperti anggota badan lainnya” (Kasyful Qanaa’, 309)</p>
<p>* Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata:</p>
<p>القول الراجح في هذه المسألة وجوب ستر الوجه عن الرجال الأجانب</p>
<p>“Pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah wajib hukumnya bagi wanita untuk menutup wajah dari pada lelaki ajnabi” (Fatawa Nurun ‘Alad Darb, <a href="http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_4913.shtml" target="_blank">http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_4913.shtml</a>)</p>
<p>Cadar Adalah Budaya Islam</p>
<p>Dari pemaparan di atas, jelaslah bahwa memakai cadar (dan juga jilbab) bukanlah sekedar budaya timur-tengah, namun budaya Islam dan ajaran Islam yang sudah diajarkan oleh para ulama Islam sebagai pewaris para Nabi yang memberikan pengajaran kepada seluruh umat Islam, bukan kepada masyarakat timur-tengah saja. Jika memang budaya Islam ini sudah dianggap sebagai budaya lokal oleh masyarakat timur-tengah, maka tentu ini adalah perkara yang baik. Karena memang demikian sepatutnya, seorang muslim berbudaya Islam.</p>
<p>Diantara bukti lain bahwa cadar (dan juga jilbab) adalah budaya Islam :</p>
<p>1. Sebelum turun ayat yang memerintahkan berhijab atau berjilbab, budaya masyarakat arab Jahiliyah adalah menampakkan aurat, bersolek jika keluar rumah, berpakaian seronok atau disebut dengan tabarruj. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ</p>
<p>“Hendaknya kalian (wanita muslimah), berada di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian ber-tabarruj sebagaimana yang dilakukan wanita jahiliyah terdahulu” (QS. Al Ahzab: 33)</p>
<p>Sedangkan, yang disebut dengan jahiliyah adalah masa ketika Rasulullah Shallalahu’alihi Wasallam belum di utus. Ketika Islam datang, Islam mengubah budaya buruk ini dengan memerintahkan para wanita untuk berhijab. Ini membuktikan bahwa hijab atau jilbab adalah budaya yang berasal dari Islam.</p>
<p>2. Ketika turun ayat hijab, para wanita muslimah yang beriman kepada Rasulullah Shallalahu’alaihi Wasallam seketika itu mereka mencari kain apa saja yang bisa menutupi aurat mereka. ‘Aisyah Radhiallahu’anha berkata:</p>
<p>مَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ ( وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ ) أَخَذْنَ أُزْرَهُنَّ فَشَقَّقْنَهَا مِنْ قِبَلِ الْحَوَاشِي فَاخْتَمَرْنَ بِهَا</p>
<p>“(Wanita-wanita Muhajirin), ketika turun ayat ini: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada (dan leher) mereka.” (QS. Al Ahzab An Nuur: 31), mereka merobek selimut mereka lalu mereka berkerudung dengannya.” (HR. Bukhari 4759)</p>
<p>Menunjukkan bahwa sebelumnya mereka tidak berpakaian yang menutupi aurat-aurat mereka sehingga mereka menggunakan kain yang ada dalam rangka untuk mentaati ayat tersebut.</p>
<p>Singkat kata, para ulama sejak dahulu telah membahas hukum memakai cadar bagi wanita. Sebagian mewajibkan, dan sebagian lagi berpendapat hukumnya sunnah. Tidak ada diantara mereka yang mengatakan bahwa pembahasan ini hanya berlaku bagi wanita muslimah arab atau timur-tengah saja. Sehingga tidak benar bahwa memakai cadar itu aneh, ekstrim, berlebihan dalam beragama, atau ikut-ikutan budaya negeri arab.</p>
<p>—</p>
<p>Penukilan pendapat-pendapat para ulama di atas merupakan kesungguhan dari akhi Ahmad Syabib dalam forum Fursanul Haq <a href="http://www.gizanherbal.wordpress.com/2011/09/21/hukum-cadar-menurut-empat-madzhab/" target="_blank">www.gizanherbal.wordpress.com/2011/09/21/hukum-cadar-menurut-empat-madzhab/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=251&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/11/30/hukum-cadar-menurut-empat-madzhab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/11/216876_208814202504164_123351971050388_618961_7410232_s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">216876_208814202504164_123351971050388_618961_7410232_s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hijabmu adalah Izzahmu wahai ukhtiku…!</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/11/30/hijabmu-adalah-izzahmu-wahai-ukhtiku/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/11/30/hijabmu-adalah-izzahmu-wahai-ukhtiku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 04:19:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqhun Nisa]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Wahai ukhti muslimah semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukimu kepada jalan yang lurus dan melindungimu dari setiap kesesatan dan menjagamu dengan Islam serta menjadikanmu di antara ummat Islam dan orang-orang beriman yang menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya. Wahai ukhti muslimah: Hijab, penutup wajahmu adalah kemuliaan dan izzahmu di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta kebahagiaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=246&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/11/166946_254792711236702_168961596486481_672337_1375650593_s.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-247" title="166946_254792711236702_168961596486481_672337_1375650593_s" src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/11/166946_254792711236702_168961596486481_672337_1375650593_s.jpg?w=570" alt=""   /></a>Wahai ukhti muslimah semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjukimu kepada jalan yang lurus dan melindungimu dari setiap kesesatan dan menjagamu dengan Islam serta menjadikanmu di antara ummat Islam dan orang-orang beriman yang menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya. Wahai ukhti muslimah: Hijab, penutup wajahmu adalah kemuliaan dan izzahmu di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta kebahagiaan bagimu di kehidupan dunia dan akhirat. Di akhirat ada pahala dari Allah dan ganjaran yang besar. Dan di dunia (hijab) sebagai benteng kemuliaan dan kehormatanmu.</p>
<p>Wahai ukhti yang mulia: Sesungguhnya wajah wanita adalah letak kecantikan mereka, wajah mengungkapkan kemolekan dan keindahannya. Dan apabila seorang wanita meninggalkan hijabnya dan melepaskan hijab dari wajahnya, orang-orang dari lawan jenisnya yang bukan mahram baginya akan dengan leluasa dapat melihat dan memandang kepadanya. Dan akibatnya dia akan diganggu atau digoda dan laki-laki akan berusaha untuk mendekatinya dan hasilnya adalah kemudharatan dan kehinaan –hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita mohon keselamatan-.</p>
<p>Wahai ukhti muslimah, tidak sadarkah engkau bahwa (berhasilnya -pentj) para penjajah sesat meruntuhkan bangunan Islam di negeri-negeri pemeluknya dan menyibak kehormatan mereka serta menebar di tengah-tengah ummatnya berbagai bentuk kenistaan dan menjajakan kebatilan dan menjauhkan mereka dari agama mereka tidak lain adalah dengan cara merusak kaum wanitanya. Sehingga akhirnya wanita-wanita muslimah mencampakkan hijabnya, menyambut seruan mereka yang hidup di bawah didikan musuh-musuh Islam, orang-orang yang terperdaya oleh mereka, lantas merealisasikan rencana busuk mereka, memerangi hijab dan menyangka bahwa hijab adalah paksaan, mencelakakan kaum wanita, mengekang dan mengurung mereka dari bersosialisasi dengan lawan jenis, dan bahwa hijab adalah sebab tersisihnya mereka dari masyarakat.</p>
<p>Wahai ukhti muslimah, dahulu wanita-wanita Islam mengenakan hijab dan di kala itu hijab adalah suatu ajaran yang disyariatkan pada kurun-kurun yang lampau. Dan orang-orang yang mengatakan wanita boleh menampakkan wajahnya dan kedua tangannya dengan dalil “dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka” (Qs. An-Nuur: 31) adalah pendapat yang lemah, tidak bisa dijadikan pegangan. Dan para pakar berpendapat bahwa arti “kecuali yang (biasa) nampak dari mereka” adalah pakaian luar bukan maksudnya membuka wajah dan kedua tangan.</p>
<p>Wahai ukhti muslimah berapa besar kerusakan yang menimpa agama wanita-wanita muslimah akibat mereka menanggalkan hijab, barapa banyak orang-orang fasik yang akhirnya berhasil memperdaya mereka dan betapa perbuatan ini telah mengakibatkan lemahnya pertahanan seorang wanita dan kepribadiannya serta hilangnya kehormatan, kemuliaan dan kesucian mereka.</p>
<p>Wahai ukhti muslimah, jangan kalian terperdaya dengan orang-orang yang tertipu oleh kebudayaan timur dan barat. Jangan sampai orang-orang yang dididik di negeri-negeri musuh Islam memperdaya kalian. Mereka datang membawa pola pikir barat yang serba boleh untuk diterapkan kepada wanita-wanita muslimah. Mereka menginginkan agar wanita-wanita muslimah membuka wajah-wajah mereka dan agar mereka mengenakan pakaian setengah telanjang dan agar mereka berbaur dengan laki-laki di pasar berjual-beli antara laki-laki dan wanita tanpa rasa malu dan sungkan, bersenda gurau di antara mereka tanpa batasan sama sekali. Mereka ingin agar wanita-wanita muslimah membuang fitrah mereka dan mematikan kepribadian mereka dan membumihanguskan akhlak mereka dan menjerumuskan mereka ke berbagai macam kerusakan dan kehinaan, “laknat Allah bagi mereka; bagaimana mereka sampai berpaling”. (Qs. At-Taubah: 30)<span id="more-246"></span></p>
<p>Yang kami yakini sebagai agama bahwa hijab hukumnya adalah wajib bagi kaum wanita. Dan lahiriyah ayat-ayat Al Qur’an adalah bukti akan hal ini. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu”. (Qs. Al Ahzab: 59)</p>
<p>Dan firman-Nya, “agar hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”, maksudnya adalah mengulurkannya ke wajah dan dada dengannya mereka tutupi tubuh mereka dari pandangan laki-laki. Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman, “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang hijab, cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka”. (Qs. Al Ahzab: 53)</p>
<p>Wahai ikhwan sekalian, sucinya hati seorang muslim adalah ketika menyaksikan wanita muslimah berhijab. Dan sucinya hati seorang muslimah adalah ketka mereka berhijab. Dan meninggalkan hijab hanya mewarisi penyakit di dalam hati laki-laki dan perempuan. Hati-hatilah kalian dari tipudaya orang-orang yang mengatakan bahwa sebagian ulama yang melarang wanita membuka wajah mereka bukan para pakar dan bukan ulama rujukan yang diperhitungkan, karena sesungguhnya mereka –semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua serta mereka- hanya ingin mencampakkan akhlak yang mulia dan adab-adab yang tinggi dan bahwasanya wanita boleh melakukan perbuatan sesuka hatinya dan mereka tidak harus berpegang dengan syari’at. Semoga Allah mengembalikan semua kepada kebenaran dan memberi kita dan mereka petunjuk-Nya kepada jalan yang lurus.</p>
<p>Nurun ‘Alad Darb: Selasa 11-4-1427 H.</p>
<p>Alih bahasa: Al Ustadz Jafar Salih</p>
<p>Sumber : http://www.mimbarislami.or.id/?module=artikel&amp;opt=default&amp;action=detail&amp;arid=26</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=246&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/11/30/hijabmu-adalah-izzahmu-wahai-ukhtiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/11/166946_254792711236702_168961596486481_672337_1375650593_s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">166946_254792711236702_168961596486481_672337_1375650593_s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>~*:: HIJAB ::*~</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/11/30/hijab/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/11/30/hijab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 03:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqhun Nisa]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kisah menarik&#8230; Baca yuuuk&#8230;.:-) Seorang anak perempuan memperhatikan tingkah ibunya yang menurutnya aneh. Ia heran kenapa kalau akan keluar rumah, ibunya selalu menutup rapat seluruh tubuhnya. Bahkan di dalam rumah pun, jika tamu datang, ibunya segera melakukan hal yang sama: berhijab. “Ibu aneh!” ucapnya sambil mencari-cari reaksi dari sang ibu. Ibu anak itu pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=243&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/11/226158_209155769136674_123351971050388_620067_7017628_s.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-244" title="226158_209155769136674_123351971050388_620067_7017628_s" src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/11/226158_209155769136674_123351971050388_620067_7017628_s.jpg?w=570" alt=""   /></a></h6>
<h6></h6>
<h6></h6>
<h6></h6>
<h6>
Sebuah kisah menarik&#8230;<br />
Baca yuuuk&#8230;.:-)</p>
<p>Seorang anak perempuan memperhatikan tingkah ibunya yang menurutnya aneh.</p>
<p>Ia heran kenapa kalau akan keluar rumah, ibunya selalu menutup rapat seluruh tubuhnya. Bahkan di dalam rumah pun, jika tamu datang,<br />
ibunya segera melakukan hal yang sama: berhijab.</p>
<p>“Ibu aneh!” ucapnya sambil mencari-cari reaksi dari sang ibu.</p>
<p>Ibu anak itu pun menoleh ke arah buah hatinya. Ia memeriksa dirinya untuk menemukan sesuatu yang agak lain. Tapi, tidak ia temukan.</p>
<p>“Aneh? Apanya yang aneh, sayang?” sambut sang ibu ketika yakin kalau tak ada satu pun dari dirinya yang lain dari yang lain.</p>
<p>“Kenapa ibu menutup rambut, tubuh, lengan, dan kaki,dan wajah kalau mau keluar? Padahal, ibu tidak cacat. Rambut ibu bagus, lengan dan kaki ibu pun tidak ada yang perlu disembunyikan!” ungkap sang anak begitu gamblang. Mungkin, inilah kesempatannya untuk bisa mengeluarkan kebingungannya selama ini.</p>
<p>Sang ibu pun senyum. Ia mendekati anaknya perlahan.<br />
Sambil mengulum senyum itu, sang ibu mencari-cari jawaban yang pas buat si anak.</p>
<p>“Anakku, ibu tidak sedang menutupi kecantikan, apalagi keburukan. Justru, ibu mengenakan kecantikan baru untuk memperindah kecantikan fisik ibu yang tidak seberapa. Inilah busana kecantikan dari Yang Maha Sayang!</p>
<p>inilah busana TAQWA yang ALLAH ROBB Pencipta kita wajibkan bagi para wanita yang mengaku bahwa dirinya Muslimah&#8230;” ucap sang ibu sambil menatap buah hati di depannya.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu,jika aku sudah besar nanti izinkan aku untuk bisa meneladanimu ibu,menjadi wanita shalihah yang mulia..&#8221;Ujar sang anak.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah ananda sayangku,doakan ibu agar senantiasa Istiqomahuntuk mempertahankan Izzah sebagai seorang Muslimah&#8221;</p>
<p>^^____^^____^^_____^^</p>
<p>Semoga ada hikmah dari gambaran percakap diatas.</p>
<p>Salan santun dan Tetap Istiqomah</p>
<p>Senyum ^_^</h6>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=243&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/11/30/hijab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/11/226158_209155769136674_123351971050388_620067_7017628_s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">226158_209155769136674_123351971050388_620067_7017628_s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(¯`°.•°•.ღ*► SYAIR INDAH ◄*ღ .•°•.°´¯)</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/25/%c2%af%c2%b0-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%e1%83%a6%e2%96%ba-syair-indah-%e2%97%84%e1%83%a6-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%c2%b0%c2%b4%c2%af/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/25/%c2%af%c2%b0-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%e1%83%a6%e2%96%ba-syair-indah-%e2%97%84%e1%83%a6-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%c2%b0%c2%b4%c2%af/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 10:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[✿Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ HIJAB ADALAH KEMULIAAN BAGI WANITAƸ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ✿ يا حرة عرفت بالأمس عالية *** واليوم يبغونها للهو واللعب لا يستوي من رسول الله قائده *** دوما وآخر يهديه أبو لهب وأين من كانت الزهراء قدوتها *** ممن تقف خطا حمالة الحطب إن الحياء من الإيمان فاتخذي *** منه حليك يا أختاه واحتسبي فلا تبالي بما قالوه من [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=239&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>✿Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ HIJAB ADALAH KEMULIAAN BAGI WANITAƸ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ✿</p>
<p><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/292715_125896620844026_114472435319778_99641_1733199417_s.jpg"><img src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/292715_125896620844026_114472435319778_99641_1733199417_s.jpg?w=570" alt="" title="292715_125896620844026_114472435319778_99641_1733199417_s"   class="alignleft size-full wp-image-240" /></a></p>
<p>يا حرة عرفت بالأمس عالية *** واليوم يبغونها للهو واللعب</p>
<p>لا يستوي من رسول الله قائده *** دوما وآخر يهديه أبو لهب</p>
<p>وأين من كانت الزهراء قدوتها *** ممن تقف خطا حمالة الحطب</p>
<p>إن الحياء من الإيمان فاتخذي *** منه حليك يا أختاه واحتسبي</p>
<p>فلا تبالي بما قالوه من شبه *** وعندك العقل إن تدعيه يستجب</p>
<p>فاستمسكي بعرى الإيمان وارتفعي *** بالنفس عن طغاة الشر واجتنبي</p>
<p>Wahai wanita merdeka yg kemarin begitu mulia<br />
Tp sekarang mereka ingin jadikan sbg obyek hiburan dan mainannya</p>
<p>Tidaklah sama orang yg sll menjadikan Rosululloh sbg tauladannya<br />
dg org yg menjadikan Abu Lahab sbg panutannya</p>
<p>Mana (yg lebih mulia), wanita yg Aisyah sebagai contohnya<br />
ataukah wanita yg pembawa kayu bakar (istri Abu Lahab) sbg titian jalannya</p>
<p>Wahai saudariku, sungguh rasa malu adalah bagian dari Iman<br />
maka ambillah ia sebagai penghias, dan berharaplah pahala dr Tuhan</p>
<p>Jangan hiraukan ocehan syubhat mereka<br />
karena kau punya akal yg dapat menjawabnya</p>
<p>Berpeganglah dg tali Iman, dan raihlah kemuliaan jiwa<br />
yg suci dari (zina) puncaknya kekejian dan menjauhlah engkau darinya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=239&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/25/%c2%af%c2%b0-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%e1%83%a6%e2%96%ba-syair-indah-%e2%97%84%e1%83%a6-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%c2%b0%c2%b4%c2%af/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/292715_125896620844026_114472435319778_99641_1733199417_s.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">292715_125896620844026_114472435319778_99641_1733199417_s</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>♥●• KISAH NIQOB DIBAWAH LANGIT HONG KONG •●♥</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%e2%99%a5%e2%97%8f%e2%80%a2-kisah-niqob-dibawah-langit-hong-kong-%e2%80%a2%e2%97%8f%e2%99%a5/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%e2%99%a5%e2%97%8f%e2%80%a2-kisah-niqob-dibawah-langit-hong-kong-%e2%80%a2%e2%97%8f%e2%99%a5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 06:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqhun Nisa]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[بِسْــــــ&#8230;ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ &#8230; Niqob atau yang sering disebut cadar memberikan kesan dan penilaian berbeda-beda bagi individu. Ada yang mengatakan niqob sebagai kehormatan karena berfungsi menjaga aurat dan menjaga hati serta martabat wanita, sehingga aurat wanita bercadar hanya boleh dilihat oleh orang yang berhak saja. Ada juga yang mengatakan niqob itu menandakan ‘ghuluw’ bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=235&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/50315_190399416647_1256956_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-236" title="50315_190399416647_1256956_n" src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/50315_190399416647_1256956_n.jpg?w=570" alt=""   /></a></p>
<p>بِسْــــــ&#8230;ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ</p>
<p>&#8230; Niqob atau yang sering disebut cadar memberikan kesan dan penilaian berbeda-beda bagi individu. Ada yang mengatakan niqob sebagai kehormatan karena berfungsi menjaga aurat dan menjaga hati serta martabat wanita, sehingga aurat wanita bercadar hanya boleh dilihat oleh orang yang berhak saja. Ada juga yang mengatakan niqob itu menandakan ‘ghuluw’ bagi wanita, dan ada juga yang berpikir bahwa niqob adalah pakaian teroris.</p>
<p>Pendapat pertama menurut saya paling ideal. Syaikh Shalih Utsaimin ditanya tentang sifat Hijab Syar`i, maka ia menjawab: Pendapat yang paling rajih (benar) ialah bahwa hendaklah wanita menghijabi seluruh bagian yang dapat menimbulkan fitnah terhadap kaum lelaki, diantara sumber paling besar fitnah dalam diri wanita adalah Wajah, maka wajib baginya untuk menutup wajahnya dari seluruh ajnabi (lelaki asing, bukan mahram), adapun terhadap orang-orang yang masih ada hubungan mahram maka tidak mengapa ia menampakkan wajahnya. ‘Adapun orang-orang yang mengatakan bahwa Hijab Syar`i adalah dengan menutupi rambutnya dan membiarkan wajahnya terbuka…maka ini merupakan pendapat yang sangat aneh!! Manakah penyebab fitnah yang paling besar, rambut ataukah wajah?! Dan manakah bagi orang yang menghendaki wanita, apakah mereka menanyakan wajah wanita ataukah rambutnya? ‘Dua pertanyaan diatas tidak mungkin dijawab kecuali dengan : “Sesungguhnya sumber fitnah paling besar adalah terdapat pada wajah” Dan hal ini tidak diragukan lagi. Lelaki akan tertarik kepada wanita jika wajahnya cantik walaupun rambutnya dibawah kecantikan wajahnya. Dan, sebaliknya lelaki tidak akan tertarik kepada wanita yang berwajah buruk sekalipun rambutnya indah menawan. Maka pada hakikatnya hijab syar`i adalah yang menghijabi wanita sehingga tidak menimbulkan fitnah atau dengannya ia terfitnah, dan tidak diragukan lagi bahwa wajah lah sumber utama fitnah itu<span id="more-235"></span></p>
<p>Untuk pendapat kedua saya akan menjawabnya dengan beberapa poin, antara lain:<br />
1. Bisa jadi yang mengatakan belum mengetahui tentang hukum cadar<br />
2. Terbawa pemikiran media yang anti islam<br />
3. Mengetahui hukum cadar namun enggan membenarkan pendapat tentang keutamaan bercadar</p>
<p>Tentang pengalaman saya memakai cadar dinegara Hong Kong atau yang dijuluki dengan negara Beton, saat saya berjalan ditempat umum, berkali-kali anak kecil mengatakan takut pada Ibunya saat melihat pakaian saya, apalagi dimusim panas, mereka biasa melontarkan kalimat, “kukse yan a” atau bisa mati kepanasan. Itu tidak membuat saya heran karena memang mereka bukan muslim, tetapi yang saya herankan, banyak muslim Indonesia yang masih memandang cadar sebagai sesuatu yang aneh. Bahkan sempat ada yang mengatakan saya eks pekerja negara Arab dan ninja Hatori saat mereka melihat niqob. Jika kita mau berkaca pada wanita mulia dizaman Rasulullah, sebenarnya cadar itu telah biasa bagi mereka untuk dijadikan pakaian taqwa, padahal mereka wanita-wanita awal dalam Islam, yang keteguhan imannya tidak proporsional dibandingkan wanita zaman sekarang, lalu siapalah kita ini berani memamerkan aurat dan wajah-wajah kita pada non mahram?</p>
<p>Pendapat ketiga ini adalah ulah musuh islam yang hendak mengacaukan muslimah, agar para muslimah berpaling dari Dien yang lurus ini, mereka menginginkan muslimah yang hendak menutup aurat secara sempurna tersebut malu dengan pakaian yang Allah perintahkan. Teroris adalah julukan yang diberikan musuh islam, mereka yang hendak memadamkan iman umat islam memakai segala cara, termasuk muslimahpun menjadi incaran.</p>
<p>Cadar adalah pakaian sempurna yang sudah sepatutnya dipakai oleh muslimah. Bagi saya pribadi yang telah hidup dinegara sekuler, cadar tidak menjadi beban, justru semakin mantap mengenakannya walau harus menanggung segala cemohan dan hujatan, cadar membuat muslimah semakin anggun, terjaga dan terlindungi.</h6>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=235&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%e2%99%a5%e2%97%8f%e2%80%a2-kisah-niqob-dibawah-langit-hong-kong-%e2%80%a2%e2%97%8f%e2%99%a5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/50315_190399416647_1256956_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">50315_190399416647_1256956_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>♥●• Ayah, Ibuku tercinta&#8230;Izinkan Ananda Bercadar •●♥</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%e2%99%a5%e2%97%8f%e2%80%a2-ayah-ibuku-tercinta-izinkan-ananda-bercadar-%e2%80%a2%e2%97%8f%e2%99%a5/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%e2%99%a5%e2%97%8f%e2%80%a2-ayah-ibuku-tercinta-izinkan-ananda-bercadar-%e2%80%a2%e2%97%8f%e2%99%a5/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 06:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[بِسْــــــ&#8230;ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ &#8230; Cadar… Satu kata yang dulu sempat membuat diriku takut untuk mendekati orang-orang yang memakainya. “Mungkin mereka jelek, makanya menutupi wajahnya, atau mungkin dia mempunyai gigi taring seperti drakula ataukah mungkin dia..begini..begini dan begitu”. Begitu banyak pikiran-pikiran yang menghantuiku ketika masih menjadi orang yang belum tahu tentang syari’at Alloh tentang cadar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=232&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/260982_100002476285231_1273275863_n.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-233" title="260982_100002476285231_1273275863_n" src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/260982_100002476285231_1273275863_n.jpg?w=570" alt=""   /></a></p>
<p>بِسْــــــ&#8230;ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ</p>
<p>&#8230; Cadar… Satu kata yang dulu sempat membuat diriku takut untuk mendekati orang-orang yang memakainya. “Mungkin mereka jelek, makanya menutupi wajahnya, atau mungkin dia mempunyai gigi taring seperti drakula ataukah mungkin dia..begini..begini dan begitu”. Begitu banyak pikiran-pikiran yang menghantuiku ketika masih menjadi orang yang belum tahu tentang syari’at Alloh tentang cadar ini.</p>
<p>Sampai suatu ketika Alloh menakdirkanku untuk mengenal sekumpulan akhwat yang bercadar, “subhanalloh” satu kata yang terlontar dari lisanku waktu itu. Ternyata mereka tidak seperti yang aku pikirkan selama ini, ternyata cadar merupakan salah satu syari’at dari islam.</p>
<p>Berawal dari perkenalanku dengan para akhwat, disitulah awal mula diriku mengenal ilmu yang shohih, hari-hari kujalani dengan ilmu-ilmu yang yang selama ini kuanggap hanya sebatas budaya dan pemikiran orang-orang belaka. Sedikit demi sedikit kuamalkan ilmu yang telah kudapatkan, pergaulan antara lawan jenis, musik, ikhtilath, sampai ke syarat-syarat jilbab yang syar’i pun kulalui dan kuamalkan. Alhamdulillah, meski banyak rintangan dan cobaan dalam mengamalkannya. Tapi begitulah perjuangan. Begitulah konsekuensi dari amalan yang telah kita ilmui. Tapi untuk masalah cadar, ah, diriku sungguh tak tertarik untuk menggunakannya.</p>
<p>Sempat mempelajari tentang hukum dari cadar dan waktu itu berkeinginan untuk mempelajarinya lebih dalam, tapi teringat akan ucapan bapak, “kamu boleh pakai jilbab yang besar tapi jangan sampai bercadar. Nanti boleh bercadar kalau sudah nikah.” Ya sudahlah mendingan aku ambil hukum yang sunnahnya saja, daripada bapak marah. Toh nanti kalau dah nikah aku akan pakai cadar juga insya Alloh, untuk sekarang ga usahlah, pikirku dalam hati. Akhirnya niat untuk mempelajari hukum cadar lebih lanjutpun aku urungkan.<span id="more-232"></span></p>
<p>“Astghfirulloh, apakah jilbab yang sudah cukup lebar ini masih bisa saja menimbulkan fitnah bagi seorang laki-laki?”</p>
<p>Manusia boleh berencana tapi Alloh lah yang berhak menentukan jalan hidup kita. Alhamdulillah, hidayah Alloh datang kepadaku, yang awal mulanya diriku begitu kekeh untuk tidak bercadar, niat untuk mempelajari hukumnya pun ogah-ogahan, namun Alloh menakdirkan padaku untuk lebih mengetahui tentang cadar ini melalui sebuah fitnah yang kualami di kampus. Seorang teman memberitahukan padaku bahwa ada seseorang yang terfitnah gara-gara diriku. “Astghfirulloh, apakah jilbab yang sudah cukup lebar ini masih bisa saja menimbulkan fitnah bagi seorang laki-laki?” Airmatapun mulai mengalir, bukan karena terharu disebabkan ada orang yang “ngefans” tapi karena merasa bahwa diri ini adalah sumber fitnah. Belum bisa menyempurnakan hijab, tidak bisa menjaga diri, dll. Lama diriku merenung. “Kenapa sampai ada yang terfitnah? Toh aku tak pernah berkomunikasi dengannya? Jangankan berbicara, senyumpun tak pernah.” Apa yang menyebabkan semua itu??Apa??? Wajah… Ya inilah sumber dari fitnah itu… Seketika itu pun diriku bertekad dengan kuat untuk mempelajari hukum cadar, walaupun masih teringat dengan kata-kata bapak, namun tak mengurungkan niatku untuk belajar..</p>
<p>Alhamdulillah, Alloh memudahkan jalanku untuk mempelajari ilmu tentang cadar ini, mulai dari dukungan akhwat, cerita cerita akhwat yang memberikan motivasi, buku-buku yang mereka pinjamkan, sampai ketika salah seorang ustadzah dari Arab datang ke kota Serambi Madinahku buat memberikan dirosah. Sampai suatu hari ketika sang ustadzah telah selesai memberikan dirosahnya, kulihat dirinya sedang duduk untuk istirahat, aku pun mengajak seorang kakak untuk menemaniku berbicara kepada ustadzah tentang masalah cadar (karena ketidaktahuanku bercakap dalam bahasa arab, makanya minta tolong ke akhwat buat jadi penerjemahnya. Syukron wa jazaakillahu khair buat kakak yang membantu diriku saat itu.)</p>
<p>Kakak : “Adik ini ingin bertanya kepada anda wahai ustadzah, dia ingin sekali memakai cadar namun orangtuanya melarangnya, tolong berikan nasehatmu padanya.”</p>
<p>Ustadzah: “Kalau dia meyakini bahwa hukum cadar adalah wajib maka apapun konsekuensi yang harus dia dapatkan sekalipun orangtua melarang maka dia tetap harus memakainya, tapi ketika dia meyakini bahwa itu hanyalah sunnah maka lebih baik dia mengikuti permintaan orang tuanya.” (Kira-kira seperti itulah percakapan mereka kalau diterjemahkan dalam bahasa indonesia.)</p>
<p>Sampai suatu ketika keyakinanku mengatakan bahwa cadar itu adalah sebuah kewajiban.</p>
<p>Hemm. Ternyata, point yang kudapatkan dari pernyataan ustadzah adalah “ilmu sebelum berbuat”. Ya, aku harus mempelajarinya lagi lebih dalam tentang cadar (waktu itu aku masih menganggapnya sebatas sunnah). Hari-haripun kulalui dengan berusaha mencari tahu tentang hukum cadar. Mulai dari bertanya ke ustadz, bertanya ke akhwat dan berbagai cara kutempuh untuk mengetahui hukum sebenarnya dari cadar. Sampai suatu ketika keyakinanku mengatakan bahwa cadar itu adalah sebuah kewajiban. Tapi bagaimana dengan orangtua? Inilah ujianku selanjutnya. Aku harus berusaha memahamkan kepada mereka sedikit. Akhirnya akupun berusaha menutupi wajah ini sedikit demi sedikit, walaupun belum menggunakan cadar tapi wajah ini sering kututup dengan jilbabku ketika ada seorang laki-laki ajnabi yang lewat dihadapanku. Dan ini berlangsung sampai beberapa hari.</p>
<p>Suatu hari tiba-tiba keluargaku berkumpul di ruang keluarga, bapakku tiba-tiba mengatakan padaku, “bapak ga mau lihat kamu pakai cadar.” Tiba-tiba suasana di rumah menjadi tegang (ternyata selama ini bapak memperhatikanku, karena begitu seringnya aku menutup wajahku dengan jilbab yang kupakai, sampai beliau mengira bahwa aku telah bercadar waktu itu.) Bapak dengan berbagai ucapannya sambil menunjuk-nunjuk ke arahku mengatakan, “bapak ga mau kamu pakai cadar!!!”</p>
<p>“Apapun alasannya, bapak ga mau kamu pakai cadar. Kalau sampai pakai cadar, kamu jadi anak durhaka sama bapak!!!”</p>
<p>“Ga usah suruh temanmu kesini lagi, kalau ada temanmu yang datang, bapak akan usir.”</p>
<p>Bla..bla..bla… Berbagai macam perkataan bapak pada diriku saat itu.” Aku bisa paham terhadap ucapan bapak, karena memang beliau kurang paham apalagi beliau jarang bermulazamah dengan ustadz-ustadz. Tapi yang membuatku begitu sedih adalah ketika ibuku mendukung argumen bapak dan juga ikut-ikutan memarahiku dan melarangku. Aku kaget, karena yang selama ini aku tahu bahwa ibu mengenal beberapa ustadz dan teman-temanku yang bercadar. Pikirku waktu itu, ibu mungkin setuju-setuju saja pada saat aku bercadar. Tapi ternyata, ibuku pun melarang dan ikut-ikutan memboikotku.</p>
<p>Pada hari itu, bertepatan dengan perginya bapak kembali berlayar, sebelum beliau berangkat beliau datang ke kamarku dan mendapati diriku yang hanya bisa menangis tersedu-sedu dan mengatakan, “Ingat, bapak ga mau kamu pakai cadar!!!” Ya Alloh, sekeras itukah hati bapak, sampai tidak mau mendengarkan penjelasanku tentang cadar, pikirku dalam hati.</p>
<p>Teringat dengan kisah-kisah beberapa akhwat yang juga sempat mengalami kejadian yang sama.</p>
<p>Hari pertama sejak peristiwa malam itu kulalui dengan tangisan di kamar. Menangis, menangis, dan terus menangis. Satu hal yang membuatku begitu sedih ketika melihat sikap ibuku padaku, dulu ketika ada sebuah masalah yang kuperbuat di rumah hingga membuatku menangis tersedu-sedu. Ibu biasanya langsung datang menghiburku dan mengatakan, “sudahlah nak, nda usah menangis lagi.” Tapi sekarang, seakan-akan beliau bukan ibuku, sikapnya yang keras dan cuek saja melihat diriku menangis tetap tidak mengubah pendiriannya untuk melarangku bercadar. Jangankan berbicara padaku, bahkan hanya sekedar menyuruhku makan, beliau menyuruh adikku datang ke kamar. Yang bisa kulakukan saat itu hanya menangis dan berdoa pada Alloh. Namun aku yakin bahwa ujian ini akan segera berakhir, entah sehari, sepekan, sebulan, setahun bahkan bertahun-tahun, ya pasti akan berkahir!! Teringat dengan kisah-kisah beberapa akhwat yang juga sempat mengalami kejadian yang sama. Ada yang menyembunyikan cadarnya hingga dua tahun lamanya. Ada yang hampir diusir oleh orang tuanya. Ada yang cadarnya dibakar. Dan berbagai macam ujian yang dihadapi mereka. Namun toh akhirnya orang tua mereka mengizinkan bahkan sekarang mendukung anaknya..</p>
<p>Hey, kamu baru diuji seperti ini, masa mau nyerah begitu saja. Apa ga ingat gimana perjuangan Rosululloh dan para shahabatnya ketika memperjuangkan islam??? Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diusir oleh kaumnya sendiri, kaki beliau berdarah-darah karena dilempar batu. Para shahabat, bahkan ada yang rela tidak diakui oleh ibunya sendiri. Dan kamu ingat Sumayyah? Wanita syahidah pertama yang rela disiksa oleh orang-orang kafir karena memeluk islam, hingga beliau menemui ajalnya. Sekarang lihat dirimu??? Kalau cobaan ini saja bisa membuatmu menyerah dan jauh dari Alloh. Kira-kira ketika kamu hidup pada zaman nabi, apa kamu bisa menjadi salah seorang shahabiyah? Ataukah kamu adalah salah seorang musuh dari islam?</p>
<p>Akupun tersadar setelah melakukan dialog dengan diriku sendiri, segera aku ambil air wudhu dan sholat. Dalam sholat kubaca Surah An-Nashr “innama’al ‘usri yusro..fainnama’al ‘usri yusro” rasanya keyakinan akan pertolongan Alloh semakin dekat itu begitu kuat. Ya, pertolongan itu akan datang fikirku.</p>
<p>Sampai hari ketiga, keadaan di rumah masih tetap sama. Ibu juga nenekku masih memboikotku. Aku masih saja berada dalam kamar sambil memikirkan cara untuk meminta izin kembali ke bapak. Tiba-tiba teringat akan cerita salah seorang kakak. Ketika dia ingin mengutarakan keinginannya memakai cadar kepada orangtuanya, “dek, dulu waktu ana ingin bercadar, orangtua melarang. Namun karena kayakinan yang mantap untuk menutup aurat secara sempurna, akhirnya kutempuh berbagai cara meyakinkan bapak. Dan cara yang kupilih adalah mengirimkan surat ke beliau dengan kalimat yang syahdu, “wahai ayahku. Kutulis surat ini, bla..bla..bla. (Afwan, lupa isi suratnya.)”</p>
<p>Hemmm. Tiba-tiba cara yang ditempuh sang kakak tadi, terlintas di dalam pikiranku. Tapi bukan melalui surat, hanya sms yang bisa kukirimkan kepada bapakku untuk menjelaskan kenapa aku ingin bercadar.</p>
<p>“Assalamu’alaikum, pak kabarnya gimna? Semoga bapak baik-baik saja. Maaf sebelumnya jika saya lancang sms bapak, tapi saya sms hanya ingin menjelaskan kenapa saya ingin bercadar. Maaf pak, bukannya saya ingin menjadi anak yang durhaka karena tidak mematuhi perintah bapak, tapi karena keinginan saya yang ingin mengikuti perintah Alloh makanya saya berani untuk memakai cadar. Saya begitu sedih ketika melihat ekspresi bapak yang begitu marah ketika mengetahui bahwa saya ingin bercadar, seakan-akan bapak sangat membenci cadar. Saya tidak ingin bapak seperti itu, karena cadar juga merupakan bagian dari syari’at islam. Dan yang saya pelajari bahwa istri-istri nabi pun pakai cadar, kalau bapak benci cadar artinya bapak juga benci istri-istri Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bla..bla..bla…</p>
<p>Sms yang kukirm begitu panjang, 1 sms sampai 7 layar dan aku mengirimkan sebanyak 3 kali sms. Jadi kalau mau dihitung. Kira-kira aku mengirim sebanyak 21 sms ke bapak.</p>
<p>Beberapa saat setelah kukirimkan sms ke bapak, tiba-tiba ada sms yang masuk ke hp-ku, tapi belum berani kubuka isinya. Sampai akhirnya hpku berdering, ketika kulihat nama yang memanggil ternyata adalah bapakku. Sambil deg-degan kuangkat telpon bapakku, dan siap menerima omelan dari bapak lagi karena kelancanganku untuk meminta izin memakai cadar.</p>
<p>Aku : “Assalamu’alaikum.”</p>
<p>Bapak: “Wa’alaikumsalam, lagi dimana nak???”</p>
<p>Aku: “Di rumah pak. Lagi di kamar.”</p>
<p>Bapak: “Kamu masih nangis??”</p>
<p>Aku: “I..i..iya pak. (Sambil menghapus airmata.)</p>
<p>Bapak: “Bapak dah terima sms dari kamu. Kamu beneran mau pakai cadar???</p>
<p>“Aku: “I..i..iyya pak..”</p>
<p>Bapak: “Ya udah…kalau mau pakai cadar, pakai cadar saja. Asal hati harus lembut ya nak…</p>
<p>“Aku: “Hah??” (Dalam keadaan yang masih belum percaya, tiba2 sikap bapak berubah 180 derajat.) Beneran pak??”</p>
<p>Bapak: “Iya nak… mana mamamu? Bapak mau bicara.”</p>
<p>Akhirnya bapak bicara ke ibu, dan dari percakapannya ibu mengatakan kalau bapak mengizinkan aku pakai cadar. Ibu dilarang untuk melarangku bercadar. Masih belum percaya dengan keputusan bapak, akupun membaca sms yang dikirimkan bapak kepadaku sesaat sebelum beliau menelponku, “ya udah kalau kamu mau pakai cadar bapak izinkan, ingat ya, hati harus lembut..janji ya..” Alhamdulillah, bapak benar-benar mengizinkanku.</p>
<p>Dan akhirnya. Bismillah. Tepat tanggal 5 Ramadhan, aku pun keluar dari rumah pertama kali dengan menggunakan cadar yang menutupi wajahku. Tak henti-hentinya aku mengucapkan syukur di atas angkot dan airmata terus saja mengalir karena akhirnya pertolongan Alloh datang juga setelah 3 hari diriku harus menangis di kamar tanpa henti. Diboikot oleh orang tua sendiri. Yaa, akhirnya akupun memakainya. Semoga pakaian ini akan terus kukenakan hingga ajal menjemput. Amin, Allohumma amin. “yaa muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala diinik.“</p>
<p>***Seperti yang dikisahkan seorang akhwat***</h6>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=232&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%e2%99%a5%e2%97%8f%e2%80%a2-ayah-ibuku-tercinta-izinkan-ananda-bercadar-%e2%80%a2%e2%97%8f%e2%99%a5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/260982_100002476285231_1273275863_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">260982_100002476285231_1273275863_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>✿(¯`v´¯)✿ Dimana hijabmu, ukhti ??? ✿(¯`v´¯)✿</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%e2%9c%bf%c2%afv%c2%b4%c2%af%e2%9c%bf-dimana-hijabmu-ukhti-%e2%9c%bf%c2%afv%c2%b4%c2%af%e2%9c%bf/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%e2%9c%bf%c2%afv%c2%b4%c2%af%e2%9c%bf-dimana-hijabmu-ukhti-%e2%9c%bf%c2%afv%c2%b4%c2%af%e2%9c%bf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 06:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Perih pilu hati ini melihatmu Saat kau berjalan disampingku Melangkahkan kaki setapak demi setapakKau acuh padaku, seolah kau tak tahu keberadaanku disampingmu Sobat, ada apa denganmu ? Pertemuan itu memberiku beribu Tanya untukmu Kau telah berubah Kau tak seperti yang ku kenal dulu Kau ibarat sosok baru yang menyapa hidupku Kau membuatku terheran- heran Hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=227&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/34712_1493977752678_1331083890_31410399_6657390_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-228" title="34712_1493977752678_1331083890_31410399_6657390_n" src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/34712_1493977752678_1331083890_31410399_6657390_n.jpg?w=300&#038;h=145" alt="" width="300" height="145" /></a><br />
Perih pilu hati ini melihatmu<br />
Saat kau berjalan disampingku<br />
Melangkahkan kaki setapak demi setapakKau acuh padaku, seolah kau tak tahu keberadaanku disampingmu</p>
<p>Sobat, ada apa denganmu ?<br />
Pertemuan itu memberiku beribu Tanya untukmu<br />
Kau telah berubah<br />
Kau tak seperti yang ku kenal dulu<br />
Kau ibarat sosok baru yang menyapa hidupku</p>
<p>Kau membuatku terheran- heran<br />
Hingga jatungku serasa berhenti berdetak<br />
Dan nafas serasa sulit ku hembuskan<br />
Karena melihat penampilanmu sekarang</p>
<p>Dimanakah hijab yang kau kenakan ?<br />
Hijab yang kau pakai sebagai Muslimah<br />
Hijab yang selalu memelihara izza dam iffahmu<br />
Hijab yang kau banggakan dan agungkan</p>
<p>Kenapa kau biarkan hijabmu tertelan oleh kekhilafanmu ?<br />
Kau tega mengikis hijabmu, hanya untuk sepercik syahwat dunia<br />
Padahal kau tahu, itu adalah kebutuhanmu<br />
Yang wajib kau kenakan sebagai Muslimah</p>
<p>Ada apa denganmu ?<br />
Apa yang telah membuatmu tega melakukan ini ?<br />
Melihatmu sekarang, membuatku begitu sakit<br />
Seakan tertusuk samurai dalam hatiku<span id="more-227"></span></p>
<p>Ukhti, ku ingin menggapai kembali tanganmu<br />
Memasangkan kembali hijabmu<br />
Ku ingin kau seperti dulu bahkan lebih baik dari itu<br />
Dengan jilbab yang kau kenakan, yang bukan sekedar penutup kepala<br />
Tapi hijab yang kan selalu menjagamu…<br />
Hijab yang menutupi seluruh tubuhmu dari yang bukan mahrommu<br />
Hijab yang menjadikanmu mulia dan terhormat disisi manusia dan juga disisiNya Insha Alloh.</p>
<p>Keep istiqomah with our hijab!!!! ^_^</h6>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=227&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%e2%9c%bf%c2%afv%c2%b4%c2%af%e2%9c%bf-dimana-hijabmu-ukhti-%e2%9c%bf%c2%afv%c2%b4%c2%af%e2%9c%bf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/34712_1493977752678_1331083890_31410399_6657390_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">34712_1493977752678_1331083890_31410399_6657390_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(¯`°.•°•.ღ*► Pejuang Muslimah : Marwa Al-Sharbini ◄*ღ .•°•.°´¯)</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%c2%af%c2%b0-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%e1%83%a6%e2%96%ba-pejuang-muslimah-marwa-al-sharbini-%e2%97%84%e1%83%a6-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%c2%b0%c2%b4%c2%af/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%c2%af%c2%b0-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%e1%83%a6%e2%96%ba-pejuang-muslimah-marwa-al-sharbini-%e2%97%84%e1%83%a6-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%c2%b0%c2%b4%c2%af/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2011 05:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah Teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%c2%af%c2%b0-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%e1%83%a6%e2%96%ba-pejuang-muslimah-marwa-al-sharbini-%e2%97%84%e1%83%a6-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%c2%b0%c2%b4%c2%af/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; بِسْــــــ&#8230;ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ ” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ” (QS.29:2-3) Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=221&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/264004_138784539533238_100002050773824_249407_3645040_n1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-225" title="264004_138784539533238_100002050773824_249407_3645040_n" src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/264004_138784539533238_100002050773824_249407_3645040_n1.jpg?w=263&#038;h=300" alt="" width="263" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>بِسْــــــ&#8230;ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ</p>
<p>” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ” (QS.29:2-3)</p>
<p>Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa Al-Sharbini ke tempat istirahatnya yang terakhir, dan ini tidak sehebat dan semegah acara kematian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa Al-Sharbini adalah lambang jihad seorang muslim.</p>
<p>Marwa Al- Sharbini mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski pun untuk itu ia kehilangan nyawanya. Meski pemerintah Jerman berusaha menutup-tutupi kematian Marwa Al-Sharbini, cerita tentang Marwa mulai menyebar dan mengguncang komunitas Muslim di berbagai negara. Untuk mengenang Marwa, diusulkan untuk menggelar Hari Hijab Internasional yang langsung mendapat dukungan dari Muslim di berbagai negara.</p>
<p>Usulan itu dilontarkan oleh Ketua Assembly for the Protection of Hijab, Abeer Pharaon lewat situs Islamonline. Abeer mengatakan, Marwa Al-Sharbini adalah seorang martir bagi perjuangan muslimah yang mempertahankan jilbabnya. “Ia menjadi korban Islamofobia, yang masih dialami banyak Muslim di Eropa.</p>
<p>Kematian Marwa layak untuk diperingati dan dijadikan sebagai Hari Hijab Sedunia,” kata Abeer. Seruan Abeer disambut oleh sejumlah pemuka Muslim dunia antara lain Rawa Al-Abed dari Federation of Islamic Organizations di Eropa. “Kami mendukung usulan ini. Kami juga menyerukan agar digelar lebih banyak lagi kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak muslimah di Eropa, termasuk hak mengenakan jilbab,” kata Al-Abed.<span id="more-221"></span></p>
<p>Selama ini, masyarakat Muslim di negara-negara non-Muslim memperingati Hari Solidaritas Jilbab Internasional setiap pekan pertama bulan September. Hari peringatan itu dipelopori oleh Assembly for the Protection of Hijab sejak tahun 2004, sebagai bentuk protes atas larangan berjilbab yang diberlakukan negara Prancis.</p>
<p>Dari berbagai sumber didapatkan informasi, Marwa Al-Sharbini, 32, meninggal dunia karena ditusuk oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia pada Rabu (1/7) di ruang sidang gedung pengadilan kota Dresden, Jerman. Saat itu, Marwa akan memberikan kesaksian dalam kasus penghinaan yang dialaminya hanya karena ia mengenakan jilbab.Belum sempat memberikan kesaksiannya, pemuda Jerman itu menyerang Marwa dan menusuk ibu satu orang anak itu sebanyak 18 kali. Suami Marwa berusaha melindungi isterinya yang sedang hamil tiga bulan itu, tapi ia juga mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.</p>
<p>Kasus Marwa Al-Sharbini menjadi bukti bahwa Islamofobia masih sangat kuat di Barat dan sudah banyak Muslim yang menjadi korban. “Apa yang terjadi pada Marwa sangat berbahaya. Kami sudah sejak lama mengkhawatirkan bahwa suatu saat akan ada seorang muslimah yang dibunuh karena mengenakan jilbab,” kata Sami Dabbah, jubir Coalition Against Islamophobia.</p>
<p>Dabbah mengatakan, organisasinya berulang kali mengingatkan agar para muslimah waspada akan makin menguatnya sikap anti jilbab di kalangan masyarakat Barat. Profesor bidang teologi dan filosifi dari Universitas Al-Azhar, Amina Nusser juga memberikan dukungannya atas usulan Hari Jilbab Internasional yang bisa dijadikan momentum untuk merespon sikap anti-jilbab di Barat. “Hari peringatan itu akan menjadi kesempatan bagi kita untuk mengingatkan Barat agar bersikap adil terhadap para muslimah dan kesempatan untuk menunjukkan pada Barat bahwa Islam menghormati keberagaman,” tukas Nusser.</p>
<p>Nusser menegaskan bahwa hak seorang muslimah untuk berbusana sesuai ajaran agamanya, tidak berbeda dengan hak penganut agama lainnya. Ia mengingatkan, bahwa kaum perempuan penganut Kristen Ortodoks juga mengenakan kerudung sebelum masuk ke gereja.</p>
<p>Dukungan untuk menggelar Hari Jilbab Internasional juga datang dari Muslim Association of Denmark. Ketuanya, Mohammed Al-Bazzawi. “Hari Jilbab untuk mengingatkan masyarakat Barat bahwa hak muslimah untuk mengenakan jilbab sama setara dengan hak perempuan non-Muslim yang bisa mengenakan busana apa saja. Mereka di Barat yang bicara soal hak perempuan, selayaknya menyadari bahwa mereka juga tidak bisa mengabaikan hak seorang perempuan untuk mengenakan jilbab,” tandas Al-Bazzawi.</p>
<p>Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. Ali Imran : 142)</p>
<p>Jadi kalo selama ini ada masih enggan atau tidak mau mengenakan hijab syar&#8217;i padahal dia seorang muslimah dan telah ‘mengerti’, maka berkacalah pada perjuangan muslimah yang satu ini.</p>
<p>Berusaha mengamalkan syari&#8217;at secara total adalah wajib. Dan menuju Islam yang Kaffah adalah jalan utama.:)</p>
<p>Keep istiqomah with our hijab!!!! ^_^</p>
<p>-Dari Berbagai Sumber-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=221&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/10/22/%c2%af%c2%b0-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%e1%83%a6%e2%96%ba-pejuang-muslimah-marwa-al-sharbini-%e2%97%84%e1%83%a6-%e2%80%a2%c2%b0%e2%80%a2-%c2%b0%c2%b4%c2%af/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/10/264004_138784539533238_100002050773824_249407_3645040_n1.jpg?w=263" medium="image">
			<media:title type="html">264004_138784539533238_100002050773824_249407_3645040_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untukmu Wahai Singa Tauhid, Syaikh Usamah Bin Ladin!!</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/06/09/untukmu-wahai-singa-tauhid-syaikh-usamah-bin-ladin/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/06/09/untukmu-wahai-singa-tauhid-syaikh-usamah-bin-ladin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 06:12:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Apa kabarmu wahai Syaikh? Mungkin engkau kini sedang merayakan pernikahan Dengan bidadari surga secantik berlian Atau engkau sedang tertawa bahagia Karena perjumpaanmu dengan para syuhada Mengenangmu mata ini menangis sedih dan bahagia Sedih  karena kehilangan  singa tauhid yang perkasa Bahagia karena engkau wafat sebagai syuhada mulia Engkau tak hanya pemberani menentang kezaliman Namun engkau sungguh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=214&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/06/831793518.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-216" title="831793518" src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/06/831793518.jpg?w=114&#038;h=300" alt="" width="114" height="300" /></a>Apa kabarmu wahai Syaikh?</p>
<p>Mungkin engkau kini sedang merayakan pernikahan</p>
<p>Dengan bidadari surga secantik berlian</p>
<p>Atau engkau sedang tertawa bahagia</p>
<p>Karena perjumpaanmu dengan para syuhada</p>
<p>Mengenangmu mata ini menangis sedih dan bahagia</p>
<p>Sedih  karena kehilangan  singa tauhid yang perkasa</p>
<p>Bahagia karena engkau wafat sebagai syuhada mulia</p>
<p>Engkau tak hanya pemberani menentang kezaliman</p>
<p>Namun engkau sungguh manusia dermawan</p>
<p>Dengan harta kekayaan kau nafkahi para tawanan</p>
<p>Kau berikan anak-anak tak berdosa itu perlindungan</p>
<p>Dunia menyaksikan saat engkau tinggalkan kemewahan</p>
<p>Menuju bumi jihad Afghanistan</p>
<p>Keberadaanmu menggetarkan musuh-musuh islam</p>
<p>Namamu menggema di seluruh penjuru dunia</p>
<p>Membuat para kafirin didera frustasi dan kecewa</p>
<p>Karena sulitnya menjangkau keberadaan tempatmu</p>
<p>Bermilyar harta tertumpah sia-sia demi menangkapmu</p>
<p>Bertahun-tahun musuh-musuh itu mendapatkan ilusi semu<span id="more-214"></span></p>
<p>Engkau sosok teladan umat era ini</p>
<p>Berjuta pemuda termotivasi meninggalkan kesenangan duniawi</p>
<p>Demi memenuhi panggilan Ilahi</p>
<p>Juga karena tergoda bidadari surga bermata jeli</p>
<p>Engkaulah motivator ulung</p>
<p>Yang menjadikan semangat mujahid menggunung</p>
<p>Bumi jihad terasa sejuk dan nyaman</p>
<p>Karena kokohnya niatan pemuda-pemuda militan</p>
<p>Kini engkau telah mendapatkan cita-cita indah</p>
<p>Meninggal mulia di jalan Allah</p>
<p>Percikan darahmu itu akan menjadi saksi</p>
<p>Di hari penghisaban di depan Allah Rabbul izati</p>
<p>Ketika mulut dan tangan dikunci</p>
<p>Darah merahmu akan merona mewangi</p>
<p>Berjuta pengagummu menangis sedih</p>
<p>Karena kehilangan mujahid pemberani dan shalih</p>
<p>Sang komandan jihad berakhlak jernih</p>
<p>Engkau akan dikenang sejarah</p>
<p>Dengan tinta emas nan merah</p>
<p>Akan tertulis bait- bait cantik merekah</p>
<p>Tentang keharuman perjuanganmu sebagai mujahid gagah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=214&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/06/09/untukmu-wahai-singa-tauhid-syaikh-usamah-bin-ladin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/06/831793518.jpg?w=114" medium="image">
			<media:title type="html">831793518</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Risalah Untukmu Duhai Ukhti Al Mujahidah!</title>
		<link>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/06/09/risalah-untukmu-duhai-ukhti-al-mujahidah/</link>
		<comments>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/06/09/risalah-untukmu-duhai-ukhti-al-mujahidah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 05:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syifasalsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syifasalsabila.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Wahai ukhti muslimah yang telah ridha, Allah sebagai Rabb kalian, Islam sebagai Dien kalian dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul kalian, Ketahuilah !!!! Musuh-musuh Islam tak henti-hentinya berusaha untuk menjauhkan wanita muslimah dari Agama Islam yang haq dan lurus ini. Di setiap tempat dan kesempatan mereka selalu melontarkan tuduhan-tuduhan keji yang ditujukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=207&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/06/253736_136412586434106_136348963107135_248626_1853519_n2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-212" title="253736_136412586434106_136348963107135_248626_1853519_n" src="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/06/253736_136412586434106_136348963107135_248626_1853519_n2.jpg?w=293&#038;h=300" alt="" width="293" height="300" /></a>Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.</p>
<p>Wahai ukhti muslimah yang telah ridha, Allah sebagai Rabb kalian, Islam sebagai Dien kalian dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul kalian, Ketahuilah !!!!</p>
<p>Musuh-musuh Islam tak henti-hentinya berusaha untuk menjauhkan wanita muslimah dari Agama Islam yang haq dan lurus ini. Di setiap tempat dan kesempatan mereka selalu melontarkan tuduhan-tuduhan keji yang ditujukan kepada wanita-wanita mu’minah yang suci, mereka mengatakan bahwa:</p>
<p>“Islam adalah penjara bagi wanita” karena wanita dalam Islam wajib di rumah, tidak di izinkan keluar kecuali ada hajat&#8221;.</p>
<p>“Menetapnya wanita di rumah, melemahkan ekonomi suatu negara”.</p>
<p>“Poligami adalah perbuatan hewan”.</p>
<p>“Perceraian adalah suatu kedzaliman”.</p>
<p>“Wanita-wanita muslimah itu sakit, penuh dengan kadas dan panu, oleh karena itu mereka memakai hijab untuk menutupi aibnya”.<span id="more-207"></span></p>
<p>Ukhti Al Mujahidah…!</p>
<p><em>“Jangan kau ikuti langkah-langkah syetan” </em>(QS. An Nur: 21).</p>
<p>Ukhti Al Mujahidah…!</p>
<p>Jangan engkau dengar kata-kata mereka, sebab mereka adalah penganjur yang berdiri di tepi neraka Jahannam dan mengajak serta menyeret ke dalam api neraka Jahannam.</p>
<p><em>“Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.”</em>(QS. Al Kahfi: 5)<!--more--></p>
<p>Ukhti Al Mujahidah…!</p>
<p>Tahukah engkau apa yang mereka inginkan? Mereka hanya menginginkan satu perkara. Menghancurkan agama Islam dan merusak generasi Islam dan menyebarkan kekejian di tengah masyarakat beriman.</p>
<p>Mereka menghendaki agar wanita-wanita muslimah yang suci keluar dari rumahnya, dari bentengnya.</p>
<p>Mereka menghendaki agar engkau menjadi barang murahan, sebagai pemuas syahwat.</p>
<p>Mereka menipumu agar engkau keluar dari surga sebagaimana iblis mengeluarkan Nabi kita Adam darinya. Iblis mengeluarkan Adam dan Hawa dari surga dalam keadaan telanjang, tanpa pakaian, yang menutup aurat mereka.</p>
<p>Para pengumbar kejahatan pun meniru gaya dan cara yang sama, jangan kamu hiraukan mereka!</p>
<p>Penuhilah panggilan Allah dan Rasul-Nya, pasti di situ ada kebahagiaan sejati.</p>
<p>Allah  hanya menghendaki darimu kesucian, kemuliaan dan keluhuran.</p>
<p>Firman Allah :</p>
<p><em>“Akan tetapi Allah hendak mensucikan dan</em> <em>menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu”</em>. (QS. Al Maidah: 6).</p>
<p>Firman Allah :</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang</em> <em>taubat dan mencintai orang-orang yang melakukan</em> <em>kesucian” </em>(QS. Al Baqarah: 222).</p>
<p>Ukhti Al Mujahidah …!</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam telah memperingatkan kalian dengan sabdanya:</p>
<p><em>“Aku tidak meninggalkan fitnah sepeninggalku yang</em> <em>lebih berbahaya bagi laki-laki dari pada wanita” </em>(HR. Bukhari Muslim).</p>
<p>Ukhtiku, tahukan engkau?? Musuh-musuh Islam telah mengetahui, bahwa kerusakan dan kerendahan moral wanita berarti pengrusakan terhadap masyarakat secara universal dan integral. Seorang tokoh aliran (free masonry) berkata:</p>
<p>“secangkir minuman keras, seorang biduanita dapat menghancurkan ummat Muhammad melebihi kekuatan seribu tank baja, peluru kendali, dan senjata kimia yang canggih. Oleh karena itu buatlah mereka tenggelam dalam cinta materi dan syahwat”.</p>
<p>Temannya yang lain juga berkata:</p>
<p>“Kita harus mempergunakan wanita sebab setiap kali ia mengulurkan tangannya kepada kita, kita telah mendapatkan apa yang kita inginkan dan kita telah berhasil memporak-porandakan serdadu penolong agama Islam”.</p>
<p>Berhati-hatilah kalian wahai saudariku, kaum muslimah adalah sasaran empuk musuh-musuh Alloh dalam menghancurkan Islam. Oleh karenanya, mari perkuat benteng keimanana kita dengan banyak menuntut ilmu syar’I dan banyak amal sholeh.</p>
<p>Semoga Allah  selalu menunjuki kita ke jalan yang lurus. Amiin.</p>
<p><em>~Risalah Untuk Mujahidah~</em></p>
<p><em><br />
Disisi mujahid ada mujahidah</em></p>
<p><em>Yang berjihad untuk Kemuliaan  Islam </em></p>
<p><em>Yang menyerikan Islam dan tamannya dengan Peribadi solehah</em></p>
<p><em>Mereka srikandi Istimewa yang Mengabdikan diri pada Allah dan suaminya</em></p>
<p><em>Mujahidah sejati banyak peranannya dalam membangun Islam </em></p>
<p><em>Tangan mereka bakal menggoncang dunia </em></p>
<p><em>Melalui didikan mereka terhadap putra-putrinya </em></p>
<p><em>Ingatlah wahai  mujahidah!!! putra-putrimu adalah  amanah Allah </em></p>
<p><em>Maka Ikutilah Syariatnya</em></p>
<p><em>Agar dirimu selalu dalam keredhaannya</em></p>
<p><em>Didiklah mereka dg cara Islam Agar insyaAllah mereka menjadi soleh dan solehah</em></p>
<p><em>Jadikanlah putra-putrimu mujahid dan mujahidah yg tangguh</em></p>
<p><em>Wahai mujahidah!!! Islam kini memerlukan mujahidah Yang beriman, sabar, redha dan bertaqwa</em></p>
<p><em>Agar Islam yang gagah tegak kembali di bumi Allah yang mulia ini</em></p>
<p><em>Bersama mujahidah sejati&#8230;!!!!</em></p>
<p><em>Allohu Akbar!!!!</em></p>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah  Rabb sekalian alam, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi yang mulia Muhammad saw, keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti petunjuknya sampai hari kiamat. Allahu a’lam bish showab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syifasalsabila.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syifasalsabila.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syifasalsabila.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syifasalsabila.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/syifasalsabila.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/syifasalsabila.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/syifasalsabila.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/syifasalsabila.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syifasalsabila.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syifasalsabila.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syifasalsabila.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syifasalsabila.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syifasalsabila.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syifasalsabila.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syifasalsabila.wordpress.com&amp;blog=2217753&amp;post=207&amp;subd=syifasalsabila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syifasalsabila.wordpress.com/2011/06/09/risalah-untukmu-duhai-ukhti-al-mujahidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4739f4d79211133a64aca3e502ec22ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">syifasalsabila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syifasalsabila.files.wordpress.com/2011/06/253736_136412586434106_136348963107135_248626_1853519_n2.jpg?w=293" medium="image">
			<media:title type="html">253736_136412586434106_136348963107135_248626_1853519_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
