* SUAMI IDAMAN KAMI *

div>
Suami idaman kami

lautan cintanya pada Rabb Izzati

cinta teragungnya

debar rindunya hanya pada Jannatul Firdaus

tempat kembali yang sangat indah

maka kami adalah yang paling setia

mengiringi hidupnya di dunia ini

Suami idaman kami

hidupnya untuk Islam

setiap detik hidupnya hanya untuk

menegakkan daulah islamiah di bumi Allah

setiap peluh yang menitis hanya kerana

memperjuangkan kelestarian Islam agar terpelihara

maka kami adalah yang paling berbangga

menjadi srikandi kepada seorang yang bergelar mujahid

suami idaman kami

jihadnya untuk Islam

setiap darah yg mengalir

pasti kerana tekad untuk memelihara kesucian Islam

syahidnya kerana Islam

maka kami adalah yang amat beruntung

memiliki kekasih yang gagah sepertinya

suami idaman kami

wajahnya sentiasa dibasahi wudhuk yg sempurna

bibirnya sentiasa dihiasi dengan zikir padaNya

setiap tutur kata bermanfaat buat kami dan semua

maka kami adalah yang paling bahagia

dinaungi seorang yang bijak laksana

suami idaman kami

penglihatannya sentiasa dipelihara

menjauhkan kebatilan dari dirinya

hanya memandang kepada yang hak daripadanya

dia melindungi dan menyayangi

atas rasa tanggungjawab pada amanah yang dianugerahkan

dia menegur dan menasihati

dengan tulus dan ihsan

agar mendapat mardhatillah

maka kami adalah yang paling bertuah

dapat mengasihi seorang mukmin soleh sepertinya Baca lebih lanjut

(¯`°.•°•.ღ*► SYAIR INDAH ◄*ღ .•°•.°´¯)

✿Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ HIJAB ADALAH KEMULIAAN BAGI WANITAƸ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ✿

يا حرة عرفت بالأمس عالية *** واليوم يبغونها للهو واللعب

لا يستوي من رسول الله قائده *** دوما وآخر يهديه أبو لهب

وأين من كانت الزهراء قدوتها *** ممن تقف خطا حمالة الحطب

إن الحياء من الإيمان فاتخذي *** منه حليك يا أختاه واحتسبي

فلا تبالي بما قالوه من شبه *** وعندك العقل إن تدعيه يستجب

فاستمسكي بعرى الإيمان وارتفعي *** بالنفس عن طغاة الشر واجتنبي

Wahai wanita merdeka yg kemarin begitu mulia
Tp sekarang mereka ingin jadikan sbg obyek hiburan dan mainannya

Tidaklah sama orang yg sll menjadikan Rosululloh sbg tauladannya
dg org yg menjadikan Abu Lahab sbg panutannya

Mana (yg lebih mulia), wanita yg Aisyah sebagai contohnya
ataukah wanita yg pembawa kayu bakar (istri Abu Lahab) sbg titian jalannya

Wahai saudariku, sungguh rasa malu adalah bagian dari Iman
maka ambillah ia sebagai penghias, dan berharaplah pahala dr Tuhan

Jangan hiraukan ocehan syubhat mereka
karena kau punya akal yg dapat menjawabnya

Berpeganglah dg tali Iman, dan raihlah kemuliaan jiwa
yg suci dari (zina) puncaknya kekejian dan menjauhlah engkau darinya

✿(¯`v´¯)✿ Dimana hijabmu, ukhti ??? ✿(¯`v´¯)✿


Perih pilu hati ini melihatmu
Saat kau berjalan disampingku
Melangkahkan kaki setapak demi setapakKau acuh padaku, seolah kau tak tahu keberadaanku disampingmu

Sobat, ada apa denganmu ?
Pertemuan itu memberiku beribu Tanya untukmu
Kau telah berubah
Kau tak seperti yang ku kenal dulu
Kau ibarat sosok baru yang menyapa hidupku

Kau membuatku terheran- heran
Hingga jatungku serasa berhenti berdetak
Dan nafas serasa sulit ku hembuskan
Karena melihat penampilanmu sekarang

Dimanakah hijab yang kau kenakan ?
Hijab yang kau pakai sebagai Muslimah
Hijab yang selalu memelihara izza dam iffahmu
Hijab yang kau banggakan dan agungkan

Kenapa kau biarkan hijabmu tertelan oleh kekhilafanmu ?
Kau tega mengikis hijabmu, hanya untuk sepercik syahwat dunia
Padahal kau tahu, itu adalah kebutuhanmu
Yang wajib kau kenakan sebagai Muslimah

Ada apa denganmu ?
Apa yang telah membuatmu tega melakukan ini ?
Melihatmu sekarang, membuatku begitu sakit
Seakan tertusuk samurai dalam hatiku Baca lebih lanjut

Untukmu Wahai Singa Tauhid, Syaikh Usamah Bin Ladin!!

Apa kabarmu wahai Syaikh?

Mungkin engkau kini sedang merayakan pernikahan

Dengan bidadari surga secantik berlian

Atau engkau sedang tertawa bahagia

Karena perjumpaanmu dengan para syuhada

Mengenangmu mata ini menangis sedih dan bahagia

Sedih  karena kehilangan  singa tauhid yang perkasa

Bahagia karena engkau wafat sebagai syuhada mulia

Engkau tak hanya pemberani menentang kezaliman

Namun engkau sungguh manusia dermawan

Dengan harta kekayaan kau nafkahi para tawanan

Kau berikan anak-anak tak berdosa itu perlindungan

Dunia menyaksikan saat engkau tinggalkan kemewahan

Menuju bumi jihad Afghanistan

Keberadaanmu menggetarkan musuh-musuh islam

Namamu menggema di seluruh penjuru dunia

Membuat para kafirin didera frustasi dan kecewa

Karena sulitnya menjangkau keberadaan tempatmu

Bermilyar harta tertumpah sia-sia demi menangkapmu

Bertahun-tahun musuh-musuh itu mendapatkan ilusi semu Baca lebih lanjut

Surat Cinta Untukmu Kekasihku.

Assalamualaikum cinta, apa kabar?

Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa?
Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai ridho-Nya?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?

Cinta…, andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini…, maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya. Banyak sekali cinta, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapmu nanti. Andai kau tahu, aku hambar tanpa pengisi kasih dan pedulimu padaku, andai saja kau tahu apa yang aku rasakan ini untukmu….

Cinta bukan yang bernama keegoisan rasa,
bukan yang megucap “ bagaimana?” namun “ aku mengerti…”
bukan “ kamu di mana?” tapi “aku di sini….”
bukan “ aku ingin kamu seperti ini….” akan tetapi “ aku mencintaimu dengan apa adanya  dirimu…”

sepinya diriku tanpa kau di sini,
hampanya hatiku karena ku tahu dengan nyata kau tak berada di sampingku,
seringnya kau patahkan aku…., namun aku bukan seorang yang mudah menyerah…
aku bertahan, karena ada kejujuranku… untuk mengasihimu….
luka itu memang sakit cinta, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diri ini.
Mungkin aku bisa menggunakan dusta putihku, namun selama aku masih bisa menjaga kebaikan dalam jujurku, sungguh… demi Dia yang Maha Menghargai, ku akan berjalan di sini tanpa ada paksa dari siapapun, dan yang ututh adalah hanya ada nurani dan hati yang suci.

Ketika luka – luka telah mengering, Selama itu pula aku haus untuk merindukanmu, pun selama luka itu masih basah dan masih pekat terasa ngilu di ulu hatiku.  Cinta, inginnya aku bersamamu, menjaga hati mu, mendampingi mu ketika resah dan gundah melandamu, ahh… cinta akankah kau tahu begitu dalamnya kasihku. Sehingga semua luka dan kecewa itu tak akan mampu mengubahnya, sekalipun pernah kau memintanya untuk aku melakukannya.

Maafkan cinta, maafkan aku,  karena aku terlalu jujur pada perasaanku.
Dan semua, semua…. masih tetap utuh pada tempatnya.
Rasa yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa, namun ada pula rasa percaya di antara sejuta ragu, ada setitik cahya diantara gelapnya cakrawala. Baca lebih lanjut

Renungan buat Ukhti ku. ^_^

Renungan buat Ukhty2 ku. ^_^

Wahai Ukhti….., renungkanlah hal ini…..

Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.

Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.
Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi.
Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.

Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akhirat, berkenan menyambutmu…

Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..
Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti……….

Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu. jangan sampai ya ukhti……….

Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu? Baca lebih lanjut

Izinkan Aku Bercerita Tentangmu…!!!

Izinkan Aku Bercerita Tentangmu…!!!

Jangan pernah lelah wahai Mujahidku
Karena ku kan senantiasa dibelakangmu untuk mendukungmu
Jangan kau tengok ke belakang, lihatlah kedepan
Didepan ada musuhmu, musuh Tuhan kita
Jadikan mereka terhina dengan kekuatanmu
Janganlah ragu untuk melepaskan peluru dari selongsong senapanmu
Bidiklah tepat dijantungnya
Jadikan ia mati sia-sia, tak memberi kemenangan bagi sekutunya
Maju terus jangan pernah menyerah
Lepaskanlah duniamu
Karena sungguh dunia ini hina
Sesungguhnya disisi Tuhan kitalah sebenar-benarnya kebahagiaan
Ingatlah isteri-isteri akhiratmu menunggumu dengan penuh cinta
Mereka senantiasa mendendangkan syair kerinduan
Hanya untukmu, hanya untukmu

Disaat kau pulang dengan membawa kemenangan
Maka janganlah kau merasa puas hingga Allah memenangkan agama ini atau kau menemui syahid dimedan itu
Dua pilihan yang menguntungkan, bukan?
Siapakah yang tidak suka dengan perniagaan demikian?
Sungguh merugi bagi orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat
Bukankah kau tidak demikian?

Kau sering bercerita kepadaku tentang indahnya syurga
Dengan berbagai kenikmatan didalamnya
Dan akupun mendengarkan dengan seksama
Betapa indahnya jika kita termasuk penghuni didalamnya
Menuai keridhaan-Nya selamanya

Wahai Mujahidku…aku sering melihatmu bercucuran air mata
Dan seketika itu kau tersungkur bersujud
Memanjatkan sebuah do’a
Aku tak bisa mendengarnya karena suaramu tertahan oleh gejolak didadamu
Namun ku tau
Itu adalah gemuruh kerinduanmu padanNya
dan kau memohon untuk bisa membela saudara-saudaramu dari para Thagut kaum kuffar
mengembalikan izzah mereka Baca lebih lanjut